Lakukan 5D Jika Melihat Ada Pelecehan Seksual

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Persekusi / Bullying. shutterstock.com

    Ilustrasi Persekusi / Bullying. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pelecehan seksual menjadi permasalahan yang bisa terjadi pada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Terbaru meruak kabar dugaan pelecehan seksual pada seorang pegawai pria di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) oleh sejumlah rekan kerjanya.

    Melalui surat terbuka yang tersebar di media sosial, korban berinisial MS ini mengaku kerap diganggu dan dirisak koleganya di kantor sejak 2011. Puncaknya terjadi pada 2015 saat ia mengalami kekerasan seksual. Insiden ini pun membuatnya trauma.

    Mencegah terjadinya kekerasan atau pelecehan seksual dapat dilakukan oleh siapa pun. Gerakan sosial Hollaback! Jakarta memberi tips bagaimana mencegah terjadinya pelecehan seksual yang disebut dengan 5 D (Direct, Distrack, Delegate, Delay, Dokumentasi).

    1. Langsung (Direct) 

    Pada saat kasus pelecehan seksual menimpa korban, banyak jenis reaksi korban pelecehan seksual mulai dari ketakutan, menangis hingga terdiam (freze). Jika kamu melihat tanda seperti itu, kamu dapat bantu korban dengan merespon langsung pelaku pelecehan seksual. 

    1. Distraksi (Distract) 

    Tindakan ini dilakukan dengan metode menginterupsi kejadian yang sedang terjadi. Bentuknya dapat berpura-pura bertanya kepada korban seakan-akan mengenali korban. Contohnya "Hai kamu apa kabar?". 

    1. Delegasi (Delegate) 

    Tindakan ini menggunakan metode minta bantuan, bisa dengan berkerjasama dengan orang lain memperhatikan apa yang terjadi, memanggil pihak keamanan, pegawai atau petugas di tempat tersebut untuk turun tangan. 

    1. Tunda (Delay) 

    Tindakan ini dimaksudkan untuk mengajak bicara korban pelecehan. 

    1. Dokumentasi 

    Merekam kejadian pelecehan seksual sangat membantu, namun ada beberapa hal yang mesti diperhatikan seperti di situasi tersebut sebelum melakukannya seperti melihat adakah ada yang langsung membantu korban. Jika tidak ada maka lakukan salah satu teknik dari 4D sebelumnya. 

    TIKA AYU

    Baca juga:

    KPI Panggil Pegawai yang Jadi Terduga Pelaku Kekerasan Seksual


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.