Menaker Minta Perusahaan ISO Tank Oksigen Perhatikan Aspek K3

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menaker Ida Fauziyah saat mengunjungi PT Samator di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 1 September 2021.

    Menaker Ida Fauziyah saat mengunjungi PT Samator di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 1 September 2021.

    INFO NASIONAL – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta perusahaan ataupun instansi yang mengoperasikan ISO tank oksigen medis agar memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). "Penggunaan ISO tank harus memenuhi persyaratan K3," ucap Menaker Ida saat mengunjungi PT Samator di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 1 September 2021.

    Menaker Ida juga mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Pengawas Ketenagakerjaan, baik yang ada di pusat maupun di daerah, untuk melakukan supervisi terhadap pengoperasian ISO tank. "Melalui supervisi ini diharapkan pendistribusian oksigen dapat lebih cepat, aman, dan berkualitas," katanya.

    Menurut Menaker Ida saat ini ketersediaan oksigen menjadi kebutuhan vital rumah sakit dan fasilitas kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Diperlukan pengawasan yang maksimal terhadap pengoperasian ISO tank mengingat fasilitas itu merupakan sarana utama pendistribusian oksigen tersebut. 

    Sementara itu, Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang mengatakan pengawasan terhadap pengoperasian ISO tank merupakan langkah konkret Kemnaker dalam mendukung kebijakan Pemerintah dalam rangka percepatan tersedianya oksigen medis untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

    "Diharapkan melalui pelaksanaan pengawasan yang optimal, hal-hal yang tidak diinginkan seperti tidak berfungsinya peralatan keselamatan ISO tank yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dapat dicegah sedini mungkin," ujar Haiyani.

    Pada kunjungan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menyerahkan sertifikasi keterangan layak ISO tank oksigen kepada PT Samator sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mempercepat ketersediaan oksigen medis di wilayah Jawa dan Bali. "Pemberian sertifikat ini dalam rangka mendukung percepatan tersedianya oksigen untuk penanganan Covid-19 yang saat ini dibutuhkan masyarakat Indonesia," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.