Pemprov Jateng Lindungi Yatim Piatu Terdampak Covid-19

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Provinsi Jawa Tengah merayakan Hari Ulang  Tahun ke-71, Minggu (15/8)

    Provinsi Jawa Tengah merayakan Hari Ulang Tahun ke-71, Minggu (15/8)

    INFO NASIONAL - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mendata jumlah anak yatim atau piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Selain itu, Pemprov Jateng juga melakukan aksi perlindungan dan menyiapkan program bantuan. 

    Hingga pertengahan Agustus 2021, jumlah anak yatim piatu akibat Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 9.807 orang. Rinciannya, sebanyak 5.772 yatim. Sementara jumlah piatu 3.608 orang dan mereka yang yatim piatu berjumlah 427 orang. 

    Jumlah tersebut semakin berkembang seiring data yang dilaporkan. Terlebih lagi, data tersebut juga harus melalui verifikasi ulang dan penilaian kebutuhan anak yatim atau piatu. 

    Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan ada dua langkah yang akan diambil. Pertama langkah jangka pendek dan langkah jangka panjang. Termasuk di antaranya, ia mengajak warga berkecukupan menjadi orang tua asuh bagi anak yang ditinggal orang tuanya karena terpapar Covid-19. 

     "Langkah jangka pendek kita memberikan bantuan sosial kepada masyarakat atau anak yang kehilangan orang tuanya. Kedua dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota dianjurkan untuk mengasuh anak dari anak yang terdampak Covid-19," ujarnya, Senin 30 Agustus 2021 seusai mengikuti rapat penanggulangan Covid-19 di ruang rapat gubernur. 

    Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah menyampaikan beberapa program yang disiapkan Pemprov Jateng."Kami juga sudah punya beberapa program, misalnya ASN jadi orang tua asuh, kemudian program bantuan melalui APBD dan ketiga dari Baznas. Sudah jalan di Baznas, ada lima yatim piatu yang mendapat bantuan. Ini akan terus kita dorong agar dipraktikkan sebagai bentuk konkret kepedulian," katanya. Ganjar berharap program-program tersebut akan terus digerakkan Jateng.

    Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng Retno Sudewi menuturkan, langkah jangka pendek dan langkah jangka panjang itu  dibuat terstruktur untuk melindungi anak-anak akibat Covid-19. 

    "Langkah jangka pendek yang kita lakukan sekarang adalah pendataan, kemudian assesment (penilaian), kemudian diklarifikasi. Adapula pemberian bantuan berupa bantuan sembako, bantuan perlengkapan sekolah dan sebagainya yang bersifat karitatif," ujarnya melalui sambungan telepon. 

    Untuk jangka panjang, Retno menyatakan akan bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk pemberian Layanan Dukungan Psikososial atau dengan badan PBB untuk anak-anak UNICEF. 

     Berikutnyai pengasuhan anak oleh DP3AP2KB dan UNICEF, pelatihan oleh Disperindag atau Dinkop UKM, pembuatan adminduk baru untuk yatim piatu oleh Dinas Permasdesdukcapil hingga pemantauan kondisi dan situasi anak yatim piatu terdampak Covid-19.  Langkah lainnya menggandeng Kemenag, agar dapat menyediakan pondok pesantren bagi anak yatim atau piatu. 

    "Nanti ketika assesment (penilaian) akan nampak, apakah butuh keterampilan, pendidikan atau penunjang pendidikan. Namun kita belum sampai ke (tahap) itu masih kita lakukan secara bertahap,"  kata Retno.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.