Tol Trans Jawa: Hati-hati Tikungan dan Tanjakan Maut Rawan Kecelakaan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintas di tanjakan Kali Kenteng, jalan tol fungsional Salatiga, Jawa Tengah, Rabu, 13 Juni 2018. Jalur tanjakan Kali Kenteng dibangun untuk menekan angka kemacetan saat musim mudik, terutama di jalur-jalur arteri Salatiga sampai Boyolali dan Kartosuro. ANTARA

    Kendaraan melintas di tanjakan Kali Kenteng, jalan tol fungsional Salatiga, Jawa Tengah, Rabu, 13 Juni 2018. Jalur tanjakan Kali Kenteng dibangun untuk menekan angka kemacetan saat musim mudik, terutama di jalur-jalur arteri Salatiga sampai Boyolali dan Kartosuro. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan yang terjadi di jalan tol trans Jawa acap kali terjadi. Kecelakaan ini disebabkan berbagai hal seperti, kesalahan dari pengemudi, kendaraan yang ditumpangi, atau faktor alam yang juga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di jalan tol trans Jawa.

    Berdasarkan data dari balitbanghub.dephub.go.id, untuk periode Desember 2018-Januari 2019, kecelakaan terjadi sebanyak 343 kali. Sedangkan untuk daerah yang sering terjadi kecelakaan adalah jalur Jakarta-Cikampek. Data menyebutkan, jalur tersebut terjadi sebanyak 86 kasus kecelakaan.

    Selain itu, penyebab kecelakaan faktor darti topografi jalur trans Jawa yang cukup sering menjadi perhatian banyak pengendara yang melintasi jalur tersebut. tidak heran jika banyak pengendara yang menyebut banyak terdapat “tanjakan maut” di jalur trans Jawa. Berikut kami sajikan tol trans Jawa yang sering terjadi kecelakaan.

    Ruas Tol Jakarta - Cikampek.

    Jalan tol Jakarta - Cikampek ini memiliki panjang 83 km dan sudah dioperasikan sejak 1988. Jalan tol ini menjadi urat nadi jalur transportasi nasional yang menghubungkan Jakarta dan Bekasi dengan Pantai Utara Jawa (Pantura). Di jalur ini faktor penyebab terjadinya kecelakaan bayak disebabkan oleh kelalaian pengendara, pada 2019 lalu Badan Litbang Perhubungan mencatat 79 kasus kecelakaan terjadi karena faktor pengendara dari 86 kasus yang terjadi.

    Berdasarkan jasamarga.com, Jalan tol yang dikelola cabang Jakarta - Cikampek ini akan menjadi ruas yang terpadat dari jaringan jalan tol Trans Jawa. Jalan tol ini terhubung dan terintgrasi dengan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) serta Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi).

    Ruas Tol Palimanan - Kanci.

    Jalan tol ini membentang sepanjang 26,3 kilometer dan memiliki 2x2 lajur. Saat ini Jalan tol Palikanci tidak hanya menghubungkan Palimanan dengan Kanci, namun tol tersambung langsung dengan Jalan Tol Kanci-Pejagan yang dioperasikan oleh perusahaan swasta. Jalur ini sudah beroperasi sejak 1997.

    Ruas Tol Batang  -Semarang.

    Jalan tol ini resmi didirakan pada 2018 lalu. Jalan tol yang masuk ruas Tol Trans Jawa ini menghubungkan Kota Semarang dan Kota Batang Jawa Tengah. Pengemudi harus waspada dengan tanjakan terjal Kali Kenteng di ruas tol Salatiga. Jalur ini juga menjadi jalur penting untuk transportasi ke Jawa Timur, Yogyakarta dan Solo. Pada 2019 lalu di tol ini sudah terjadi 25 kecelakaan dalam periode Desember 2018-Januari 2019.

    GERIN RIO PRANATA

    Baca: Tarif Tol Jakarta - Surabaya Naik 4,41 Persen jadi Rp 722 Ribu Per 19 Agustus 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.