Jutaan Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinovac Datang Lagi Hari Ini

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersiap mengikuti penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Rusun Rawa Bebek, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis, 10 Juni 2021. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menggelar vaksinasi Covid-19 untuk warga 18 tahun ke atas mulai hari ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga bersiap mengikuti penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Rusun Rawa Bebek, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis, 10 Juni 2021. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menggelar vaksinasi Covid-19 untuk warga 18 tahun ke atas mulai hari ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut, Indonesia kedatangan tiga kloter vaksin Covid-19 pada hari ini, Senin, 30 Agustus 2021. Vaksin yang tiba hari ini merupakan tahap ke-43, 44, dan 45.

    "Alhamdulillah pada hari ini, 30 Agustus 2021, kita telah menerima vaksin covid-19. Ada dua jenis produksi yang telah datang yaitu dari AstraZeneca sebanyak 1.086.000 dosis, serta Sinovac sebanyak 5 juta dosis," kata Muhadjir dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 30 Agustus 2021.

    Selain itu, ujar Muhadjir, dari vaksin Sinovac masih ada tambahan lagi yaitu 9.200.000 dosis berupa bakal vaksin atau bulk vaksin.

    Muhadjir berharap, tambahan vaksin ini dapat mempercepat proses vaksinasi pemerintah. Sampai saat ini, dari total sasaran 208.265.720 orang, baru menyentuh 29,91 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 16,96 persen.

    "Semua ini adalah sebagai bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras mendatangkan vaksin covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional," kata dia.

    Lebih lanjut, Muhadjir juga meminta kepada masyarakat agar ikut berkontribusi dalam program vaksinasi nasional dan tidak pilih-pilih merek vaksin yang disediakan pemerintah.

    Muhadjir juga mengimbau agar masyarakat tidak melupakan protokol kesehatan kendati sudah menerima vaksin Covid-19. Ia mengatakan, warga dan pemerintah harus bersinergi dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

    "Kita berhadapan pada suatu kenyataan bahwa suka tidak suka, mau tidak mau, kita akan berdampingan dengan Covid-19 dalam jangka waktu yang belum bisa kita pastikan kapan berakhir," ujar Muhadjir Effendy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.