Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Eks Direktur WHO Asia Tenggara Dorong 5 Semangat Hadapi Pandemi Covid-19

Reporter

Editor

Amirullah

image-gnews
Petugas kesehatan dari Urkes Polres Blitar memeriksa tekanan darah santriwati saat Vaksinasi COVID-19 Bagi Santri di Ponpes Riyadhus Samawi Blitar, Jawa Timur, Jumat 27 Agustus 2021. Polres Blitar melalui program Gerai Vaksinasi Presisi mulai menyasar sejumlah ponpes diwilayahnya guna membantu Pemprov Jatim dalam mengejar capaian target vaksinasi terhadap pelajar, atau kalangan usia 12-17 tahun yang hingga 3 Agustus 2021 baru mencapai 63.459 vaksin atau 1,77 persen dari untuk dosis pertama, dan capaian dosis kedua hanya 161 vaksin atau 0,00 persen dari target 3.586.141 vaksin. ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Petugas kesehatan dari Urkes Polres Blitar memeriksa tekanan darah santriwati saat Vaksinasi COVID-19 Bagi Santri di Ponpes Riyadhus Samawi Blitar, Jawa Timur, Jumat 27 Agustus 2021. Polres Blitar melalui program Gerai Vaksinasi Presisi mulai menyasar sejumlah ponpes diwilayahnya guna membantu Pemprov Jatim dalam mengejar capaian target vaksinasi terhadap pelajar, atau kalangan usia 12-17 tahun yang hingga 3 Agustus 2021 baru mencapai 63.459 vaksin atau 1,77 persen dari untuk dosis pertama, dan capaian dosis kedua hanya 161 vaksin atau 0,00 persen dari target 3.586.141 vaksin. ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Eks Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama mengatakan ada lima semangat kemerdekaan yang bisa diterapkan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia, dalam menghadapi pandemi Covid-19. Semangat ini ia harapkan bisa diterapkan, terlebih saat bulan kemerdekaan seperti saat ini.

Pertama, Tjandra mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran bahwa pandemi ini adalah masalah bersama, dan hanya dapat diselesaikan dengan upaya bersama pula.

"Komunikasi publik yang dibangun juga mungkin akan lebih baik kalau dilakukan bukan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi merupakan kegiatan bersama, informasi bersama dengan pesan tanggung jawab bersama," kata Tjandra dalam keterangan tertulis, Ahad, 29 Agustus.

Perjuangan kedua adalah adalah kegigihan. Tjandra mengatakan pandemi Covid-19 memiliki tiga masalah besar. Yakni diagnosis masih terbatas dengan PCR dan rapid antigen, obat yang dapat membunuh virusnya belum ada, dan vaksin yang tersedia juga belum 100 persen dapat mencegah penyakit.

Selain itu, berkembangnya berbagai varian baru bukan hanya yang Delta sekarang ini. Emergency Committee Covid-19 WHO juga telah menyatakan tentang kemungkinan akan ada varian baru lagi di waktu mendatang yang mungkin saja lebih berbahaya dan sulit dikendalikan. Pandemi juga memporak porandakan berbagai sisi kehidupan.

Perjuangan penting ketiga adalah tentang senjata yang digunakan. Bila pejuang dulu antara lain mengunakan bambu runcing, Tjandra mengatakan saat ini kita menggunakan senjata berupa ilmu pengetahuan, yang jadi acuan kita dalam menyelesaikan Covid-19. Dalam hal ini maka data yang valid, surveilans yang baik serta keterbukaan informasi serta pengolahan berdasar ilmiah yang akurat menjadi amat penting.

"Keputusan dan kebijakan yang diambil tentu harus berdasar ilmu pengetathuan yang valid, evidence-based decision making process," kata Tjandra.

Tjandra juga mengatakan semangat menjaga hubungan internasional juga sama pentingnya. Pandemi adalah wabah yang mendunia. Pandemi tidak akan dapat diselesaikan oleh satu atau beberapa negara saja. “No one is safe until everyone is safe”.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Karena itu perjuangan penting keempat kita adalah berperan amat aktif dalam dunia internasional dan kerjasama antar bangsa untuk menanggulangi pandemi," kata dia.

Perjuangan ke lima, yang lebih praktis adalah upaya keras kita untuk mewujudkan target dan program pengendalian Covid-19. Dari pengalaman berbagai negara, virus ini dapat dikendalikan dengan tiga program utama, pertama pembatasan sosial, ke dua tes, telusur dan terapi serta ke tiga vaksinasi.

Tjandra mengatakan untuk pembatasan sosial, seluruh kita rakyat Indonesia harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Dari sudut pemerintah maka kebijakan pembatasan sosial tentu juga harus dilakukan dengan konsisten, baik dalam bentuk PPKM, PSBB atau bentuk-bentuk yang lain.

Dalam hal tes dan telusur maka anggota masyarakat yang ada gejala dan atau ada riwayat kontak maka harus melakukan tes, dan kalau positif perlu ditangani dengan baik. Dalam hal ini, Tjandra mengatakan target yang sudah cukup lama dicanangkan untuk melakukan sekitar 400 ribu test sehari dan melakukan telusur 15 orang untuk setiap kasus haruslah segera diwujudkan untuk menjadi kenyataan.

Terkait vaksinasi, target yang sudah disebutkan untuk memvaksinasi 2 juta orang perhari harus benar-benar diimplementasikan di lapangan. Tjandra mendorong pemerintah mempermudah akses vaksin, misalnya dengan dilakukan vaksinasi Covid-19 di semua Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di negara kita.

"Jadi, orang dapat di vaksin di dekat rumah dan atau tempat kerjanya secara mudah," kata Tjandra.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pandemi Telah Berakhir, Jokowi Bubarkan Komite Penanganan Covid-19

1 hari lalu

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Istana Negara, Jakarta, Jumat 30 Desember 2022. Pemerintah memutuskan untuk mencabut kebijakan PPKM per 30 Januari 2022 berdasarkan kajian-kajian terkait pandemi COVID-19 di Indonesia yang semakin terkendali. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pandemi Telah Berakhir, Jokowi Bubarkan Komite Penanganan Covid-19

Jokowi menandatangani Perpres yang membubarkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.


5 Cara Melindungi Diri dari TBC atau Tuberkulosis

4 hari lalu

Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
5 Cara Melindungi Diri dari TBC atau Tuberkulosis

TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit yang penyebarannya terbilang mudah, namun dapat dicegah apabila dideteksi lebih awal.


Koordinasi Antar Kementerian dan Lembaga Kunci Atasi Pandemi Covid

4 hari lalu

Golkar 2 Agustus 2023
Koordinasi Antar Kementerian dan Lembaga Kunci Atasi Pandemi Covid

Ketua KPCPEN Indonesia berhasil mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke jalur positif.


Buka GBN 2023, Jokowi: Batik Adalah Wajah dan Kehormatan Kita

4 hari lalu

Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat membuka acara Gelar Batik Nusantara 2023 di Senayan Park, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Agustus 2023. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Buka GBN 2023, Jokowi: Batik Adalah Wajah dan Kehormatan Kita

Presiden Jokowi membuka Gelar Batik Nusantara (GBN) 2023 di Senayan Park, Jakarta Pusat pada Rabu pagi, 2 Agustus 2023.


Jokowi Bersyukur Indonesia Lepas dari Covid-19 di Perayaan Kemerdekaan ke-78

5 hari lalu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi semangat seorang anak yang akan menjalani vaksinasi Covid-19 di Kompleks SDN Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Desember 2021. Jokowi berharap kegiatan serupa bisa dilakukan di provinsi-provinsi yang lain, tidak hanya di Jakarta saja. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jokowi Bersyukur Indonesia Lepas dari Covid-19 di Perayaan Kemerdekaan ke-78

Dalam pidatonya, Jokowi mengaku sempat kebingungan mengatasi Covid-19. Apalagi, Jokowi menyebut kondisi saat itu sangat mencekam dan ngeri.


Perjalanan Cinta Dul Jaelani dan Tissa Biani, Berawal dari Pandemi Covid-19 hingga Ciptakan Lagu Bersama

5 hari lalu

Dul Jaelani mengunggah foto-fotonya dengan kekasihnya, Tissa Biani. Foto: Instagram Dul Jaelani.
Perjalanan Cinta Dul Jaelani dan Tissa Biani, Berawal dari Pandemi Covid-19 hingga Ciptakan Lagu Bersama

Hubungan cinta antara Dul Jaelani dan Tissa Biani berawal saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Kala itu, Dul mendapatkan banyak permintaan di media sosialnya


3 Tahun Absen, Ribuan Masyarakat Kembali Padati Keraton Yogyakarta Ikut Tradisi Mubeng Beteng

18 hari lalu

Abdi dalem dan ribuan masyarakat mengikuti tradisi Mubeng Beteng Keraton Yogya dalam peringatan Malam 1 Suro Rabu petang 19 Juli 2023. Tempo/Pribadi Wicaksono
3 Tahun Absen, Ribuan Masyarakat Kembali Padati Keraton Yogyakarta Ikut Tradisi Mubeng Beteng

Prosesi mubeng beteng diawali dengan pembacaan tembang-tembang Macapat dan doa bersama di area Keben Keraton hingga pukul 00.00 WIB.


Kenali Rabies: Gejala dan Cara Pertolongan Pertamanya

19 hari lalu

Seorang wanita membawa anjing peliharaannya menunggu vaksinasi rabies gratis di Manila, Filipina, pada 28 September 2020. Hari Rabies Sedunia diperingati tiap 28 September untuk menyebarkan kesadaran akan pencegahan rabies pada hewan peliharaan. (Xinhua/Rouelle Umali)
Kenali Rabies: Gejala dan Cara Pertolongan Pertamanya

Rabies adalah penyakit mematikan yang dapat menyerang manusia, kenali gejala dan cara menanganinya untuk upaya pencegahan.


Tingkat Kemiskinan Turun jadi 9,36 persen per Maret 2023, BPS: Masih Lebih Tinggi Ketimbang Sebelum Pandemi

20 hari lalu

Aktivitas warga yang tinggal di pemukiman padat pinggiran kali kawasan Kebon Kacang, Jakarta, Selasa, 30 Mei 2023. Pada 30 Mei 2023, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia semakin menurun setelah masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak orang yang kehilangan pekerjaan. TEMPO/Tony Hartawan
Tingkat Kemiskinan Turun jadi 9,36 persen per Maret 2023, BPS: Masih Lebih Tinggi Ketimbang Sebelum Pandemi

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto mengumumkan tingkat kemiskinan pada Maret 2023 turun menjadi 9,36 persen atau sebanyak 25,9 juta orang.


Saran Dokter Paru buat Anak dengan Imunitas Rendah

23 hari lalu

Ilustrasi anak pakai masker. Freepik.com/Mdjaff
Saran Dokter Paru buat Anak dengan Imunitas Rendah

Dokter paru mengatakan anak dengan imunitas rendah tetap harus waspada dan disarankan tetap memakai masker di tempat umum. Apa lagi sarannya?