BNPT dan Densus 88 Sebut Kemenangan Taliban Dipakai untuk Sarana Propaganda

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota pasukan Taliban berjaga-jaga di sebuah pos pemeriksaan dengan memegang senapan M16 di Kabul, Afghanistan, 17 Agustus 2021. Senapan M16 memiliki jangkauan efektif 400-500 meter. REUTERS/Stringer

    Anggota pasukan Taliban berjaga-jaga di sebuah pos pemeriksaan dengan memegang senapan M16 di Kabul, Afghanistan, 17 Agustus 2021. Senapan M16 memiliki jangkauan efektif 400-500 meter. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigadir Jenderal Edy Hartono mengatakan momen kemenangan Taliban dipakai untuk sarana propaganda kelompok terorisme.

    “Sarana untuk menstimulus, untuk memframing jaringan terorisme,” kata Edy dalam diskusi daring bertema Taliban Berkuasa: Menakar Dampak Bagi Indonesia, Sabtu, 28 Agustus 2021.

    Edy mengatakan, propaganda ini dilakukan tidak hanya kelompok Jamaah Islamiyah, tapi kemungkinan juga oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Kelompok tersebut, kata Edy, menjadikan kemenangan Taliban sebagai momen untuk bangkit dengan narasi atas nama agama.

    Meski kelompok tersebut tidak berhubungan langsung dengan Taliban, Edy mengungkapkan ada kekhawatiran peristiwa di Afghanistan menjadi inspirasi bagi mereka yang menganggap pemerintah tagut untuk mengambil alih kekuasaan.

    Direktur Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Rosidi membenarkan bahwa dampak kemenangan Taliban akan menjadi inspirasi kelompok radikal teroris di Indonesia.

    “Yang perlu diwaspadai terkait kemenangan Taliban ini menjadi inspirasi bagi kelompok radikal teror. Kalau di Taliban bisa, kenapa di kita enggak bisa,” ucap Rosidi.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNPT terus membangun narasi kebangsaan, kebhinekaan, dan Pancasila agar tidak kalah dari konten radikal terorisme. Adapun antisipasi yang dilakukan Densus 88 menangkap sekitar 365 terduga teroris, dengan 100 di antaranya merupakan kelompok JI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.