Jokowi: Peringkat Vaksinasi Covid-19 Kita Enggak Jelek-jelek Amat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMPN 22 Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 24 Agustus 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMPN 22 Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 24 Agustus 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah cukup baik dibandingkan negara-negara lain.

    "Dari kurang lebih 220 negara, peringkat kita enggak jelek-jelek amat. Kalau dihitung dari jumlah orang yang divaksin, kita sudah nomor empat. Nomor satu India, nomor dua Amerika, nomor tiga Brazil, kita nomor empat," kata Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 28 Agustus 2021.

    Sementara untuk kategori peringkat vaksinasi berdasarkan jumlah suntikan, kata Jokowi, Indonesia menempati urutan ke-7 di dunia. "Sampai hari ini (per 25 Agustus) sudah 91,9 juta dosis yang kita suntikan. Enggak kalah dengan Jerman, Jepang, Brazil, Amerika, India, RRT," ujar Jokowi.

    Adapun populasi jumlah penduduk Indonesia merupakan terbesar keempat di dunia. Pemerintah memasang target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 orang untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

    Data terakhir Satgas Covid-19 per 27 Agustus menunjukkan total jumlah vaksinasi pertama sebanyak 60.791.620 atau 29,19 persen. Sementara total jumlah vaksinasi kedua sebanyak 34.435.705 atau 16,54 persen.

    Pemerintah berjanji akan terus menggenjot kecepatan vaksinasi Covid-19 seiring dengan bertambahnya pasokan vaksin Covid-19. "Kami rencananya akan vaksinasi lebih dari 200 juta rakyat sampai dengan akhir tahun ini. Kalau masing-masing membutuhkan 2 dosis dibutuhkan sekitar 400 juta dosis," ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat, 20 Agustus 2021.

    Baca juga: Ombudsman Minta Pemerintah Tunda Sertifikat Vaksin untuk Akses Layanan Publik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.