Soal Isu Reshuffle Usai PAN Gabung Koalisi, Jubir Jokowi Bilang Begini

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ngacir usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020.  TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ngacir usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengamat politik memprediksi, bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke koalisi pendukung pemerintah menandai akan terjadinya reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Merespons hal itu, Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman belum bisa memastikan apakah  reshuffle akan segera terjadi.

    "Presiden Jokowi selalu menyampaikan bahwa persoalan hari ini adalah menyelesaikan pandemi Covid-19. Jadi presiden bersama seluruh menteri hanya fokus urusan Covid-19. Soal reshuffle, itu hak prerogatif beliau. Saya hanya bisa bicara reshuffle setelah beliau bicara," ujar Fadjroel dalam acara diskusi daring yang digelar MNC Trijaya, Sabtu, 28 Agustus 2021.

    Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menduga PAN akan ditawari posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) atau Menteri Perhubungan. Menurut dia, secara historis PAN memiliki rekam jejak di dua posisi tersebut.

    Mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Sedangkan posisi Menteri Koordinator PMK atau menteri yang mengurusi kesejahteraan rakyat biasa diisi oleh representasi Muhammadiyah.

    "Pak Hatta pernah menjadi Menhub, PMK selalu Muhammadiyah, selain Puan (Maharani). Apakah rekam jejak ini mau dilanjut atau tidak, Presiden Jokowi kadang agak sulit ditebak," kata Adi

    PAN juga pernah menempatkan kadernya, Asman Abnur, sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di periode pertama pemerintahan Jokowi. Namun, Adi menilai kecil kemungkinan PAN mengisi pos yang kini diisi Tjahjo Kumolo, kader PDI Perjuangan itu.

    Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menyebut, sampai saat ini belum ada pembicaraan soal jatah menteri untuk partainya. Bahkan meski sudah diajak bergabung dalam pertemuan dengan para pimpinan partai pendukung pemerintah, Yandri mengaku belum ada kalimat Jokowi yang mengajak secara langsung untuk PAN bergabung dalam koalisi.

    Hanya saja, Presiden Jokowi sempat berbisik-bisik kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan soal rencana pertemuan lanjutan setelah Jokowi mengumpulkan pimpinan partai koalisi di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 25 Agustus 2021.

    "Di pertemuan itu, tidak ada bicara koalisi atau reshuffle. Itu sama sekali tidak singgung. Hanya sebelum pulang itu, Bang Zul dibisikin Pak Jokowi, 'Pak Zul, nanti kita akan ketemu lagi," ujarnya dalam diskusi daring yang digelar MNC Trijaya, Sabtu, 28 Agustus 2021.

    DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.