Rayakan 275 Tahun, Pos Indonesia Kenalkan Pospay dan Pos Aja!

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grand launching Pospay dan Pos Aja!, saat Apel Peringatan HUT ke-275

    Grand launching Pospay dan Pos Aja!, saat Apel Peringatan HUT ke-275

    INFO NASIONAL - Merayakan usia ke-275 tahun, PT Pos Indonesia (Persero)  memperkenalkan layanan digital Pospay dan Pos Aja!. Layanan digital tersebut merupakan wujud transformasi produk dan channel yang dilakukan Pos Indonesia.

    Grand launching Pospay dan Pos Aja! dilakukan pada acara Apel Peringatan HUT ke-275 yang mengusung tema “Pos Indonesia Membangun Negeri” di Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero), Bandung, Jawa Barat,  Kamis, 26 Agustus 2021.

    Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan bahwa ada tujuh transformasi yang siap dilakukan Pos Indonesia dalam lima tahun ke depan, yaitu transformasi bisnis, produk dan channel, proses, teknologi, organisasi, sumber daya manusia (SDM), dan budaya.

    "Melalui Pospay dan Pos Aja, semua channel kita yang semula secara fisik berupa loket dan agen pos, kini kita buat transaksi digital yang bisa diakses melalui PlayStore maupun AppStore. Kenapa harus dilakukan? Supaya kita beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sekarang semua sudah go digital. Mau tidak mau kita harus mengikuti," ucap Faizal.

    Layanan digital kurir Pos Aja! melambangkan visi untuk terus tumbuh (growth), keandalan (speed), dan pilihan terbaik (smart). Mudah diingat, mudah disebut, serta menganut konsep anak muda yang energik, antusias, milenial, modern, dan digital.

    Aplikasi Pos Aja! merupakan penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya, yaitu QPosin Aja. Dengan aplikasi yang lebih ramah bagi masyarakat diharapkan dapat meningkatkan user experience pengguna.

    Begitu juga dengan aplikasi Pospay. Kehadirannya tak lepas dari perkembangan informasi, komunikasi, dan teknologi yang mendorong Pos Indonesia untuk terus berinovasi. Salah satunya dalam layanan transaksi keuangan Digital Giro pos.

    Pospay merupakan aplikasi smartphone bersistem Android dan iOS yang diberikan kepada pelanggan sebagai digital channel untuk mengakses layanan Giropos dan layanan transaksi keuangan lainnya secara mandiri.

    Dengan Pospay, pemilik rekening Giropos, dapat mengakses layanan GIropos dan transaksi keuangan, maupun layanan PT Pos Indonesia (Persero) lainnya secara mobile. Untuk dapat mengakses seluruh layanan Pospay, pelanggan hanya perlu mendaftar melalui aplikasi Pospay atau melalui costumer service HALO POS 1500 161.

    "Beragam kemudahan layanan keuangan digital, dapat dinikmati pelanggan pengguna Pospay. Dengan Pospay, pelanggan dapat mengakses layanan billing payment terlengkap. Mulai dari pembayaran berbagai tagihan bulanan seperti listrik pascabayar, pajak, belanja online, tagihan telepon, tagihan handphone, PDAM, cicilan kendaraan bermotor, BPJS, Tiket KAI, bimbel online ruang guru, pembelian pulsa Telco, listrik prabayar/token, dan beragam billing payment lainnya, hingga transaksi layanan syariah seperti zakat, infaq, shodaqoh, wakaf, dan qurban,” ujar Faizal.

    Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Charles Sitorus berharap Pospay dapat menjadi solusi keuangan bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses layanan perbankan. "Oleh karena itu kami sangat mengimbau masyarakat yang ingin menggunakan jasa layanan keuangan untuk mengunduh aplikasi Pospay melalui Play Store maupun App Store," katanya.

    Untuk memperkuat penetrasi Pospay di masyarakat, Pos Indonesia menggandeng Rahmat Erwin Abdullah, lifter peraih medali perunggu di  Olimpiade Tokyo 2020, sebagai brand ambassador Pospay.

    Rahmat Erwin Abdullah dinilai mampu merepresentasikan simbol ketangguhan dan pertumbuhan. "Kalau ingin bertumbuh, tangguh, maka kita harus berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. Harapan kami, dengan kehadiran Rahmat maka Pos Indonesia akan mudah masuk ke kalangan milenial, menjadikan ikon Pos Indonesia sekuat, setangguh, dan berprestasi seperti Rahmat. Kita harapkan olahraga pun lebih baik ke depan," kata Charles. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.