Ramli, Petani yang Andalkan JKN-KIS untuk Berobat Istri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL - Faktor usia bukan faktor utama seseorang akan menderita suatu penyakit, karena sakit bisa datang kapan saja dan dimana saja.Namun memang tidak bisa dipungkiri seseorang di usia senja akan lebih rentan menderita penyakit karena kondisi tubuh tidak bugar dan sama saat seperti usia muda. Begitulah kira-kira yang dialami oleh Ramli dan istrinya yang menjalani hari tua mereka.

    Ramli (66) adalah seorang petani yang bertempat tinggal di Dusun Rantau Duku, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo. Beberapa waktu lalu, Ia pasrah melihat sang istri tercinta terbaring di rumah sakit karena asam lambung yang dideritanya. Hal tersebut juga berpengaruh kepada paru-paru sang istri.

    “Jadi waktu itu istri saya kambuh sakit maagnya, sakitnya menyesak sampai keatas rasanya. Mungkin karena sudah usia lanjut juga dan dipengaruhi sakit yang lainnya, akhirnya dirawat inap di Rumah Sakit Hanafie sekitar enam hari,” kata Ramli Rabu, 28 Juli.

    Sambil mengenang, Ramli melanjutkan ceritanya saat menemani dan menjaga istrinya pada saat harus dirawat inap di rumah sakit.“Untuk saat ini yang dikhawatirkan hanya bagaimana kami menjalani hari tua dengan selalu sehat dan bisa beraktifitas normal, karena untuk jaminan kesehatan saya sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat dan itu yang gratis. Jadi selama ini memang kami berobat selalu memakai layanan BPJS dan sama sekali tidak mengeluarkan biaya, tentu kami sangat terbantu,” ujarnya.

    Ramli teriris hatinya mengingat istri tercinta harus terbaring lemah di rumah sakit dan merintih kesakitan.“Saya kasihan sekali liat istri saya pada saat di rawat inap kemarin, tapi ya mau gimana lagi saya harus kuat dan ikhlas,”katanya

    Untung saja untuk biaya dan pelayanan kesehatan, dia tidak lagi risau. Selama ini keluarganya memakai BPJS untuk berobat. “Kalau tidak ada Kartu Indonesia Sehat ini, dari mana biayanya sedangkan untuk makan sehari-hari saja sudah syukur. Alhamdulillah, adanya program seperti ini dari pemerintah sangat membantu saya dan keluarga,” ujarnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.