KSP Cek Perbedaan Angka Kematian Akibat Covid di Lampung

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara petugas menggali liang lahat di lahan baru pemakaman khusus Covid-19 di TPU Kihafit, Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Ahad, 8 Agustus 2021. Pemerintah Kota Cimahi menjadikan TPU Kihafit sebagai lahan pemakaman baru bagi pasien yang meninggal akibat Covid-19. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Foto udara petugas menggali liang lahat di lahan baru pemakaman khusus Covid-19 di TPU Kihafit, Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Ahad, 8 Agustus 2021. Pemerintah Kota Cimahi menjadikan TPU Kihafit sebagai lahan pemakaman baru bagi pasien yang meninggal akibat Covid-19. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Staf Presiden memeriksa kabar perbedaan mencolok data kasus kematian harian akibat Covid-19, antara milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) di Lampung.

    “Kami sengaja datang ke TPU untuk mendapatkan informasi langsung soal jumlah kematian akibat Covid-19. Soal perbedaan data di Lampung, akan kami pelajari lebih lanjut,” kata Tenaga Ahli Utama KSP, Abraham Wirotomo dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Agustus 2021.

    Berdasarkan data Kemenkes, Lampung menjadi daerah dengan tingkat kematian paling tinggi di Indonesia sepanjang 2021. Namun, data di daerah menunjukkan fakta yang sebaliknya.

    Salah satunya data nasional per 27 Juli 2021 menyebutkan angka kematian di Lampung sebanyak 255 kasus. Namun di  tanggal yang sama, Dinkes Provinsi Lampung melaporkan hanya 52 kasus kematian saja.

    Abraham memverifikasi kabar ini ke beberapa lokasi di Lampung. Selain berdialog dengan para tenaga kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit, tim KSP juga meninjau langsung ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Jahe di Kota Bandar Lampung.

    Berdasarkan laporan dari penggali makam TPU Kebun Jahe, sejak awal pandemi hingga sekarang, setidaknya ada sekitar 40 jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 di TPU tersebut.

    Anto, salah satu penggali makam TPU Kebun Jahe, mengatakan bahwa sebelum masa pandemi hanya ada sekitar satu atau dua jenazah saja yang dimakamkan dalam kurun waktu satu bulan.

    Dalam kurun Juni-Juli ketika jumlah kasus meningkat, Anto mengaku memakamkan hingga 5 jenazah per hari. Namun di bulan Agustus, rata-rata Ia hanya memproses 1 jenazah per minggu.

    Walaupun ada peningkatan jumlah proses pemakaman jenazah, Abraham mengaku tidak menemukan antrian proses pemakaman. Ia juga akan melaporkan temuan ini kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto.

    Baca juga: Vaksinasi Paling Buncit, Tingkat Kematian Covid di Lampung Tertinggi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.