Kapolri Dorong Forkopimda Jayapura Aktif Selesaikan Hambatan Venue PON XX

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau penanganan Covid-19 di Kabupaten Kediri, (10/6/21). Didampingi Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Niko Afinta.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau penanganan Covid-19 di Kabupaten Kediri, (10/6/21). Didampingi Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Niko Afinta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggelar rapat persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jayapura. 

    Dalam arahannya, Listyo Sigit menekankan kepada Forkopimda Jayapura untuk memastikan kesiapan pelaksanaan PON ke-XX dan penanganan serta pengendalian Covid-19. 

    Sigit mendorong Forkopimda Jayapura agar berperan aktif dalam menyelesaikan venue atau lokasi pelaksanaan pesta olahraga nasional tersebut. Sebab, masih ada sejumlah permasalahan terkait venue. 

    "Terdapat 44 venue PON XX di 4 kabupaten/kota. Saat ini sudah kurang dari satu bulan menuju pelaksanaan PON XX, masih terdapat berbagai permasalahan dalam venue PON XX. Hal ini akan menghambat proses pelaksanaan PON. Forkopimda harus berperan aktif untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada," ujar Sigit melalui keterangan tertulis pada Kamis, 26 Agustus 2021. 

    Selain itu, Sigit juga meminta Forkopimda Jayapura untuk memperhatikan penanganan dan pengendalian Covid-19 di tengah pelaksanaan PON ke-XX, terutama penerapan protokol kesehatan secara ketat. 

    Lima kabupaten atau kota yang menjadi tempat penyelenggaraan PON, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Keerom, diketahui sampai saat ini memiliki kasus aktif tertinggi di Papua. Sehingga, kata Sigit, perlu adanya upaya bersama dari seluruh pihak untuk menekan laju persebaran Covid-19 di Papua, khususnya di kabupaten atau kota penyelenggara PON XX Papua.

    Pemerintah, kata Sigit, memberikan perhatian khusus kepada Papua dengan memenuhi kebutuhan dosis vaksin untuk kota/kabupaten penyelenggara venue PON XX Papua yang dikirimkan pada tanggal 15 sampai dengan 18 Agustus 2021 sebanyak 485.200 dosis.

    "Vaksinasi Papua harus mencapai 32.423 dosis per hari untuk mencapai target nasional 2,3 juta dosis per hari, bagi wilayah yang menjadi venue PON XX Papua harus dilakukan akselerasi terutama untuk untuk mencapai 100 persen dosis I," kata Kapolri Listyo Sigit. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.