Kemenhan Pesan Kapal OPV dan OPV 90 Meter Buatan Dalam Negeri untuk TNI AL

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan,Jakarta, Kamis 23 Januari 2020.  Rapat Pimpinan akan berlangsung pada Rabu hingga Kamis 22-23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan,Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Rapat Pimpinan akan berlangsung pada Rabu hingga Kamis 22-23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan mengadakan dan membangun Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan OPV 90 meter, masing-masing sebanyak 1 unit, untuk menambah dan memperkuat kekuatan Alutsista di jajaran TNI Angkatan Laut. Kapal-kapal itu dibuat oleh perusahaan industri pertahanan dalam negeri, PT Daya Radar Utama.

    "Hal ini seiring dengan program pemerintah untuk mewujudkan industri pertahanan dalam negeri yang unggul, tumbuh dan tangguh serta dapat bersaing di kancah industri perkapalan internasional," ujar Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Muda TNI Yusuf Jauhari, dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Agustus 2021.

    Pemesanan ini ditandai dengan Upacara First Steel Cutting atau Pemotongan Plat Baja Pertama, di Lampung. Yusuf mengatakan upacara itu adalah momen penting sebagai tanda dimulainya proses pembangunan fisik kapal dan diharapkan menjadi awal yang baik untuk kelanjutan pembangunan kapal.

    Pembangunan OPV dan OPV 90 meter di PT Daya Radar Utama ini, merupakan salah satu bentuk pembinaan industri pertahanan dalam negeri. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam membangun kapal perang di masa mendatang, serta mendorong pemulihan ekomoni nasional.

    “Pengadaan kapal ini, merupakan investasi pemerintah dalam mengelola kekayaan laut sebagai potensi ekonomi yang memberikan kontribusi bagi pemulihan dan peningkatan perekonomian nasional," kata Yusuf.

    Ia pun meminta kepada jajaran PT Daya Radar Utama dan juga Satgas Yekda OPV dan OPV 90 meter beserta jajarannya untuk dapat bekerja sama dengan baik dalam melaksanakan pembangunan kedua kapal perang OPV dan OPV 90m. Ia berharap kapal ini nantinya diterima sesuai dengan tepat mutu dan tepat waktu.

    Pelaksanaan kegiatan First Steel Cutting Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan OPV 90 meter dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Yusuf sendiri didampingi oleh Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Puguh Santoso, dan Komisaris PT Daya Radar Utama Steven Angga Prana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.