Dua Kali Operasi Caesar Febriani Ditanggung BPJS Kesehatan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL Banyak pasien persalinan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengaku puas dengan pelayanan yang didapatkan, baik yang bersalin secara normal maupun melalui operasi caesar.

    Febriani Tandipasang (32) salah satunya. Wanita yang berdomisili di Kota Palopo ini menceritakan pengalamannya saat melahirkan anak pertama dan keduanya melalui proses persalinan secara caesar di Rumah Sakit St. Madyang Palopo. Febriani yang terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) PNS Daerah ini mengaku kedua persalinannya dijamin Program JKN-KIS.

    “Saat persalinan anak pertama dan kedua, saya merasa tenang karena telah memiliki kartu JKN-KIS. Sebelum persalinan saya yang pertama, saya mencari tahu perkiraan biaya untuk tindakan operasi caesar yang ternyata sangat besar biayanya. Tapi saya sangat bersyukur saat tahu kalau persalinan secara caesar dapat dijamin Program JKN-KIS selama mengikuti prosedur,” ujar Febriani, Rabu 21 Juli.

    Febriani juga mengungkapkan  pelayanan di rumah sakit sangat baik. Dia dan sang bayi baru dipulangkan setelah kondisi keduanya sudah dipastikan benar-benar pulih.“Katanya peserta Program JKN-KIS pernah ada yang dibatasi waktu rawat inapnya di rumah sakit. Saya rasa itu tidak benar karena saya dan bayi saya baru dipulangkan oleh pihak rumah sakit setelah kondisi kami sudah pulih dan siap untuk melanjutkan istirahat di rumah,” kata Febriani.

    Febriani berharap BPJS Kesehatan ke depannya dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta Program JKN-KIS. Dia yakin  banyak orang akan sangat terbantu jika layanan kesehatan yang berbiaya mahal tidak perlu lagi menjadi beban dengan hadirnya Program JKN-KIS.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.