IPW Apresiasi Langkah Kapolri Mutasi Irjen Eko Indra Heri

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga Alm Akidi Tio menyerahkan bantuan penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 2 Triliun kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol. Eko Indra Heri, Senin, 26 Juli 2021. Instagram/@divisihumaspolri

    Keluarga Alm Akidi Tio menyerahkan bantuan penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 2 Triliun kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol. Eko Indra Heri, Senin, 26 Juli 2021. Instagram/@divisihumaspolri

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi mutasi yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri. Menurut IPW, rotasi jabatan yang dilakukan Kapolri sebagai langkah tepat. 

    Ketua Presidium IPW Sugeng Teguh Santoso pun berharap kasus sumbangan fiktif senilai Rp 2 triliun bisa dituntaskan. "IPW menilai pergantian Kapolda Sumsel itu penting dilakukan agar penanganan kasus dana hibah bodong Rp2 triliun oleh Heryanti bisa dituntaskan secara profesional," ujar Sugeng, Kamis, 26 Agustus 2021. 

    Sebab, kata dia, masyarakat menilai penanganan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel sangat lamban. Sugeng berharap dengan adanya mutasi maka kasus sumbangan dana hibah dari anak Akidi Tio dapat dituntaskan oleh Kapolda baru, Irjen Pol Toni Harmanto.

    Menurut dia, Kapolda Sumatera Selatan yang baru, Irjen Toni Harmanto, harus memprioritaskan penuntasan kasus sumbangan fiktif. "Jadi siapa pun yang terlibat harus diseret ke meja hijau atas kebohongan dan kegaduhan yang dilakukan Heryanti," tutur Sugeng.

    Sugeng melanjutkan Kapolda Sumsel anyar harus menuntaskan kasus sumbangan fiktif. Salah satunya dengan menetapkan Heryanti sebagai tersangka. Ia menilai selama ini Polda Sumsel masih bungkam atas status hukum Heryanti dan belum pernah ada keterangan ke publik apakah sumbangan yang akan diberikan ada atau tidak. 

    "Masyarakat hanya tahu kalau dana Heryanti pada rekening giro Bank Mandiri Cabang Palembang tidak cukup untuk mengeluarkan duit dari Bank Mandiri Rp2 triliun sesuai bilyet giro," ujar Sugeng.

    Sebelumnya, mutasi terhadap Irjen Eko Indra Heri tertuang dalam Surat Telegram Bernomor ST/1701/VIII/KEP./2021 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM) Irjen Wahyu Widada, pada Rabu, kemarin. Irjen Eko Indra Heri akan menempati posisi baru sebagai Koorsahli Kapolri. Sementara pengganti Kapolda Sumbar adalah Irjen Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya menjabat Sahlijemen Kapolri.

    Selain memutasi Irjen Eko Indra Heri, Kapolri Listyo Sigit juga merotasi 15 jenderal dan 92 perwira Polri lainnya dalam rangka pensiun maupun promosi jabatan.

    Baca juga: Polri Bantah Kasus Akidi Tio Penyebab Mutasi Irjen Eko Indra Heri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.