Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo Teratas, Ganjar dan Anies Pesaing Utama

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elektabilitas Ganjar Pranowo Saingi Anies dan Prabowo

    Elektabilitas Ganjar Pranowo Saingi Anies dan Prabowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indikator Politik Indonesia melakukan survei teranyar tingkat keterpilihan tokoh potensial pada simulasi Pilpres 2024. Pada simulasi 15 nama, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di posisi teratas. Kemudian disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Hasil sigi menunjukkan elektabilitas Prabowo berada di angka 26,2 persen, disusul Ganjar Pranowo 20,8 persen dan Anies 15,5 persen. Di bawahnya ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 5,7 persen, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno 5,4 persen, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 5,4 persen. Sementara nama calon potensial lain masih berada di bawah 5 persen.

    "Prabowo Subianto tampak masih lebih besar dukungannya sebagai calon presiden ketimbang nama-nama lain, tapi tidak menonjol. Calon pesaing utamanya yaitu terutama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Kemudian Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ridwan Kamil," ujar Direktur Indikator Politik Burhanudin Muhtadi, Rabu, 25 Agustus 2021.

    Indikator membuat tiga simulasi tokoh capres dengan 15, 14, dan 10 nama calon potensial. Dalam tiga simulasi itu, tokoh yang konsisten bertahan di tiga teratas, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

    Survei ini dilakukan pada 30 Juli-4 Agustus 2021. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan total responden sebanyak 1.220 orang. Sedangkan toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.