Pemerintah Bakal Beli 55 Lemari Es Khusus untuk Vaksin Pfizer

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memasukkan dosis vaksin Covid-19 Pfizer ke dalam jarum suntik sebelum nantinya diberikan kepada warga di Puskesmas Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin, 23 Agustus 2021. Selain Pfizer, Pemprov DKI juga sudah mulai vaksinasi memakai vaksin Covid-19 Moderna. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis memasukkan dosis vaksin Covid-19 Pfizer ke dalam jarum suntik sebelum nantinya diberikan kepada warga di Puskesmas Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin, 23 Agustus 2021. Selain Pfizer, Pemprov DKI juga sudah mulai vaksinasi memakai vaksin Covid-19 Moderna. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sudah memutuskan akan membeli 55 unit lemari es tempat penyimpanan khusus untuk vaksin Pfizer. Budi mengatakan pembelian lemari penyimpanan khusus yang bisa bersuhu hingga minus 80 derajat Celcius itu dilakukan lewat UNICEF (United Nations Children's Fund).

    "Untuk bisa memperkuat jalur distribusi rantai dingin pemerintah sudah memutuskan akan membeli 55 unit lemari es tempat penyimpanan khusus yang bisa sampai minus 80 derajat Celcius melalui UNICEF," kata Budi Gunadi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 25 Agustus 2021.

    Budi mengatakan UNICEF sudah melakukan distribusi miliaran vaksin setiap tahunnya untuk progam vaksinasi anak-anak di seluruh pelosok bumi. Dia pun menyebut bahwa pembelian langsung lewat organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu lebih murah dan cepat.

    Menurut Budi, 55 unit lemari penyimpanan khusus itu nantinya akan disebarkan ke 34 provinsi di Indonesia. Ia mengatakan, setiap ibu kota provinsi nantinya bisa menjadi hub penyimpanan vaksin yang membutuhkan rantai dingin hingga minus 80 derajat Celcius.

    Budi sebelumnya mengatakan vaksin Pfizer sebenarnya bisa didistribusikan dengan jalur logistik rantai dingin yang sudah ada. Asalkan, kata dia, vaksin tersebut bisa habis disuntikkan dalam waktu enam pekan.

    Budi menjelaskan pemerintah sebenarnya telah memiliki rantai dingin hingga minus 25 derajat Celcius hingga level kabupaten/kota. Ia berujar, vaksin Pfizer yang datang dalam suhu minus 80 derajat Celcius ini bisa bertahan selama enam bulan.

    Jika didistribusikan ke kabupaten/kota yang memiliki logistik penyimpanan rantai dingin hingga minus 25 derajat Celcius, vaksin Pfizer bisa bertahan selama dua pekan. Kemudian, Budi berujar, vaksin tersebut bisa bertahan selama empat pekan di suhu 2-8 derajat Celcius di dalam boks-boks khusus yang normal dipakai di fasilitas layanan kesehatan.

    "Selama ada kepastian mereka bisa disuntikkan dalam jangka waktu enam pekan, kita bisa menggunakan jalur logistik rantai dingin yang ada sekarang," kata Budi.

    Kendati begitu, pemerintah berencana membeli 55 unit lemari es dari UNICEF untuk memperkuat jalur logistik rantai dingin tersebut. Selain itu, Budi mengatakan pemerintah juga melobi Covax/GAVI untuk mendapatkan hibah 17 unit ultra-cold chain.

    Ia mengatakan hibah tersebut akan tiba pada pekan depan di Indonesia. "Akan kami taruh sementara di Bio Farma dan Kemenkes sebelum kami kirim ke daerah-daerah," ujar Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.