Miliki Gedung Baru, PHDI: Kami Ingin Umat Hindu Semakin Bersatu dan Rukun

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayor Jenderal TNI purnawirawan, Wisnu Bawa Tenaya, usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 14 Februari 2018. Friski Riana

    Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayor Jenderal TNI purnawirawan, Wisnu Bawa Tenaya, usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 14 Februari 2018. Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama. Dalam pertemuan itu, Ketua PHDI menyampaikan rasa terima kasih dari umat Hindu karena pemerintah berkenan membantu merealisasikan serta merampungkan pembangunan gedung PHDI Pusat.

    “Gedung ini sudah lama dicita-citakan dan semoga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan SDM umat Hindu,” kata Wisnu Bawa Tenaya, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa, 24 Agustus 2021.

    Wisnu menuturkan pihaknya berharap keberadaan gedung ini bisa membuat umat Hindu semakin bersatu. “Kami ingin mengajak umat Hindu semua bersatu, bersama, dan guyub rukun. Bukan hanya di internal saja, tetapi juga antarumat beragama,” ucap dia.

    Yaqut mengapresiasi langkah PHDI yang merangkul semua kelompok Hindu di Indonesia dan berharap kerukunan umat dapat terjaga. “Kami ingin umat itu tenang dan nyaman dalam ibadahnya. Tenang baik secara internal maupun eksternal,” katanya.

    Dalam pertemuan dengan Menteri Agama ini, PHDI turut menyampaikan perkembangan umat Hindu di Indonesia. Salah satunya adalah soal pencabutan pengayoman Hare Krisna yang perlu dicarikan pemecahannya.

    EIBEN HEIZIER

    Baca juga:

    PHDI Akhirnya Memiliki Gedung Representatif di Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.