NTT Optimis Pulihkan Ekonomi di Sektor Pariwisata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • NTT Optimis Pulihkan Ekonomi di Sektor Pariwisata

    NTT Optimis Pulihkan Ekonomi di Sektor Pariwisata

    INFO NASIONALPariwisata NTT selama ini dikenal memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi alam maupun budayanya. Potensi tersebut membawa NTT menjadi destinasi unggulan yang digadang-gadang bisa menyaingi tujuan wisata lainnya di lingkup global. 

    Untuk itu, Tempo Media Group didukung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan webinar travel bertajuk “Excotic of East NusaTenggara” pada Senin (23/8). Diskusi virtual ini dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Zet Sony Libing, serta Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi NTT Daniel Kameo. 

    Adanya pandemi COVID-19 membuat berbagai sektor ekonomi di Indonesia mengalami penurunan, salah satunya sektor pariwisata. Namun, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur optimis untuk kembali meningkatkan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

    Daniel Kameo, Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi NTT mengatakan adanya beberapa strategi pemerintah provinsi NTT dalam pengembangan pariwisata seperti Inklusif, Berbasis Sumber Daya Lokal dan Berkelanjutan. Adapun Inklusif: Masyarakat Nusa Tenggara Timur harus berperan besar dan mendapatkan manfaat dari industri pariwisata.

    NTT Optimis Pulihkan Ekonomi di Sektor Pariwisata

    Mengembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat dan memberdayakan usaha mikro dan kecil. Kemudian mengembangkan Pariwisata Berbasis  Sumber Daya Lokal  dilakukan sebagai penggerak utama. Industri pariwisata dirancang untuk mendorong dan menarik sektor ekonomi lainnya di Nusa Tenggara Timur, yang sebagian besar proses rantai pasokannya berbasis lokal.  

    Strategi terakhir yakni Berkelanjutan atau Sustainable mencakup  aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan kelembagaan harus seimbang.  Pariwisata berperan penting dalam mendukung konservasi dan mendorong kreativitas (lingkungan, seni dan budaya).

    Salah satu potensi wisata terbesar di NTT yang telah kesohor adalah Labuan Bajo dengan Taman Nasional Komodo-nya. Di kawasan konservasi itu, wisatawan bisa melihat langsung hewan purba, yakni komodo, yang bermukim secara liar di habitatnya. Komodo telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia pada 2011.

    Kawasan yang terletak di ujung barat Pulau Flores, Kabupaten Manggarai Barat, ini juga memiliki berbagai daya tarik atraksi wisata lainnya, baik dari bentang darat maupun laut. Di sisi bahari, Labuan Bajo menyimpan lanskap pemandangan bawah laut yang sempurna. Di laut Bajo, hidup ribuan bahkan jutaan spesies ikan dan terumbu karang. Manta, spesies ikan pari terbesar di dunia, juga kerap ditemukan di tengah lautan Labuan Bajo. 

    Karena potensinya yang besar, pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas pada 2018. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan Labuan Bajo menjadi lokasi penyelenggaraan agenda internasional G-20 pada 2022. 

    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Zet Sony Libing mengatakan optimis dalam sepuluh tahun kedepan seluruh destinasi wisata NTT dapat dikunjungi oleh wisatawan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari membangun awareness bagi masyarakat lokal untuk menerima pariwisata sebagai bagian dari kehidupan. 

    NTT Optimis Pulihkan Ekonomi di Sektor Pariwisata

    Pemerintah tengah membangun infrastruktur, mulai aksesibilitas, konektivitas, hingga sarana dan prasarana lain agar Labuan Bajo siap menjadi tuan rumah kedua bagi perhelatan agenda dunia selain Bali. Pembangunan infrastruktur dipastikan tidak mengabaikan ekosistem lingkungan.   

    Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mengatakan bahwa Pemerintah juga menyiapkan sejumlah agenda pariwisata untuk menarik minat kunjungan selepas pandemi berakhir. 

    "Jadi wisata olahraga, wisata berbasis alam terbuka, dan budaya hingga wisata edukasi ini menjadi salah satu yang kita siapkan agar Labuan Bajo menjadi destinasi kelas dunia. Dan karena tahun depan akan ada KTT G-20 dan tahun berikutnya ada Asean Summit, kita harus isi dengan calendar of events sehingga Labuan Bajo akan jauh lebih siap," ujar Sandiaga.

    Sandiaga Uno juga mengatakan pembangunan creative hub yang merupakan infrastruktur penunjang destinasi superprioritas (DSP) Labuan Bajo diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan bagi para pelaku industri kreatif di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.Peninjauan ini bertujuan untuk melihat kesiapan infrastruktur untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo yang terdampak oleh pandemi COVID-19.

    NTT Optimis Pulihkan Ekonomi di Sektor Pariwisata

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat ini sedang menyusun Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Labuan Bajo bersama K/L terkait sebagai salah satu upaya untuk memproyeksi ke depan dan menyusun skenario pengembangan sekitar kawasan dalam ITMP ini.

    "Cakupan ITMP akan meliputi analisis demand and supply terhadap pengembangan wilayah. Jadi yang kita susun dalam ITMP adalah proyeksi jumlah wisatawan yang disesuaikan dengan carrying capacity, alur perjalanan dan strategi pengembangan yang terintegrasi. Sehingga para turis diharapkan lebih lama tinggal di Indonesia," katanya.

    Atraksi wisata di Labuan Bajo yang komplet ini telah menarik minat kunjungan turis asing. Hingga 2019, jumlah pelancong asing ke Labuan Bajo mencapai 256.171 orang. Sektor pariwisata juga berpotensi menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan domestik regional bruto dan mendatangkan devisa bagi negara. Sebelum pandemi Covid-19, NTT menargetkan kontribusi pariwisata terhadap PDRB-nya mencapai hampir 1 persen. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.