Kasus Muhammad Kece, BPIP Ajak YouTuber Jaga Norma dan Etika

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia Romo Benny Susetyo, saat konferensi press dalam pertemuan tokoh lintas agama di Jakarta, 17 Januari 2015. Tempo/Aditia noviansyah

    Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia Romo Benny Susetyo, saat konferensi press dalam pertemuan tokoh lintas agama di Jakarta, 17 Januari 2015. Tempo/Aditia noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo mendorong kepolisian untuk menindak tegas YouTuber Muhammad Kece. Benny menilai Kece telah meresahkan bahkan melukai nurani semua umat beragama.

    "Secara etis jelas ini tidak pantas karena telah melukai hati nurani semua umat beragama, karena nilai beragama itu sakral dan suci, maka yang sakral dan suci itu tidak bisa dijadikan bahan olok-olok," kata Benny dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Agustus 2021.

    Benny menyebut peristiwa serupa kerap juga dilakukan oleh sejumlah YouTuber lain. Karena itu, ia pun mengajak mengajak masyarakat untuk memperkuat dan memperkokoh nilai-nilai persatuan dengan merawat kemajemukan.

    "Kita yang memiliki ratusan keyakinan agama, serta ribuan suku dan etnis harus diperkokoh nilai-nilai persatuan itu dengan merawat menjaga keragaman kemajemukan tanpa menghina keyakinan agama siapapun," kata Benny.

    Ia juga berharap kepada YouTuber lain untuk konsisten menjaga dan mengindahkan norma-norma dan etika. Mereka diminta tak sekedar mencari kontroversi untuk mendapatkan pengikut dengan menjelek-jelekan keyakinan agama.

    "Nilai-nilai luhur agama suci itu hendaknya tidak dipermainkan dan saya berharap kepada YouTuber mengindahkan norma-moral dan etika, bukan mencari kontroversi hanya sekedar untuk mendambah follower," kata Benny.

    Ia bahkan mengajak kepada masyarakat tidak memberikan panggung kepada para YouTuber dengan tidak berlangganan akun mereka, atau bahkan mengucilkannya. Benny juga mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblok kanal YouTube semacam itu.

    “Karena dalam kondisi ini kita harus melawan. Kondisi Covid-19 ini membutuhkan kesetiaan kebersamaan, bergotong royong untuk merawat kemajemukan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang merawat kemajemukan," kata Benny.

    Baca: 4 Pihak Laporkan Muhammad Kece ke Mabes Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.