Didatangi Gerindra, Sekjen PDIP Kenang Koalisi Megapro dan Pemilu 2009

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dua dari kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Megawati didampingi oleh kedua anaknya, Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan). TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dua dari kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019. Megawati didampingi oleh kedua anaknya, Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan). TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengenang saat ketua umum Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2009. Hal ini disampaikan Hasto saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dan rombongannya di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat pada hari ini, Selasa, 24 Agustus 2021.

    "Saya pribadi dengan kunjungan ini langsung bernostalgia ketika 2009 yang lalu pasangan Mega-Prabowo (Megapro), saat itu kami bekerja sama dan kami belajar dari sejarah itu," kata Hasto dalam konferensi pers.

    Hasto lantas menyinggung sejumlah dugaan kecurangan di Pemilu 2009. Ia mengatakan, mereka melihat demokrasi yang menghalalkan segala cara dengan cara manipulasi daftar pemilih tetap (DPT), menjadikan beberapa elemen Komisi Pemilihan Umum sebagai pengurus partai, menggunakan bantuan sosial (bansos) sebagai politik elektoral.

    Hasto tak menyebut siapa pihak yang dia maksud melakukan dugaan-dugaan di atas. Namun, Pilpres 2009 dimenangi oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), calon presiden inkumben yang berpasangan dengan calon wakil presiden Budiono. Partai Demokrat, yang merupakan partai asal SBY juga memenangi pemilu kala itu.

    "Demokrasi yang juga menggunakan hukum, aparat untuk memenangkan pemilu. Itu menjadi evaluasi bersama dari kedua partai," kata Hasto.

    Menurut Hasto, dari Pemilu 2009 itulah PDI Perjuangan dan Gerindra membangun cita-cita bersama. "Bagaimana demokrasi yang sejati-jatinya dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat itu bisa betul-betul diperjuangkan bersama-sama," ujar Hasto.

    Hasto didampingi sejumlah pejabat teras PDIP, seperti Yasonna Laoly, Komaruddin Watubun, Djarot Saiful Hidayat, Sadarestuwati, Eriko Sotarduga, Utut Adianto, Bambang Wuryanto, Sri Rahayu, Nusyirwan Soejono, dan Ahmad Basarah.

    Adapun Sekjen Gerindra Ahmad Muzani juga didampingi beberapa pengurus pusat Gerindra, di antaranya Sugiono, Prasetyo Hadi, Andre Rosiade, Putih Sari, Moreno Soeprapto, Novita Wijayanti, dan lainnya.

    Muzani mengatakan sangat gembira bisa berkunjung ke kantor DPP PDI Perjuangan. Menurut Muzani, ini merupakan kali pertama pihaknya menginjakkan kaki di kantor DPP PDIP. "Kami berharap ini bukan injakan terakhir dan Gerindra akan sering menginjakkan kaki di kantor ini," kata Muzani.

    Baca juga: Sekjen Gerindra - PDIP Bertemu, Hasto Sajikan Sayur Lodeh 7 Rupa

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.