Status PPKM Turun Level, Epidemiolog Minta Warga Jangan Kebablasan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana keramaian Pasar Tanah Abang saat perdagangan dibuka di masa perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta, Rabu, 18 Agustus 2021. Hanya pedagang dan pengunjung sudah divaksin Covid-19 yang boleh memasuki pusat perbelanjaan di Pasar Tanah Abang. TEMPO/Subekti.

    Suasana keramaian Pasar Tanah Abang saat perdagangan dibuka di masa perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta, Rabu, 18 Agustus 2021. Hanya pedagang dan pengunjung sudah divaksin Covid-19 yang boleh memasuki pusat perbelanjaan di Pasar Tanah Abang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 30 Agustus 2021. Status PPKM di beberapa daerah pun turun dari level 4 menjadi level 3.

    Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan mengingatkan masyarakat jangan sampai kebablasan merespons penurunan status level PPKM. "Kita tidak bisa mencapai herd immunity dengan Covid-19 yang selalu bermutasi dan efektifitas vaksin yang kita miliki sekarang. Jadi meskipun kasus sudah turun, harus sangat berhati-hati," ujar Iwan, Selasa, 24 Agustus 2021. 

    Penurunan status PPKM menjadi level 3 terjadi untuk daerah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan beberapa wilayah kabupaten/kota lainnya. Pertimbangannya ialah tren kasus Covid-19 di daerah itu terus menurun dan angka kesembuhan pasien Covid-19 yang bertambah. 

    Iwan mengatakan masyarakat harus selalu menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga dengan testing, tracing dan treatment serta vaksinasi cakupan tinggi tetap harus dipertahankan.

    "Pelonggaran ini harus disertai ketaatan terhadap prosedur yang sudah dibuat, seperti penggunaan aplikasi pedulilindungi untuk mencegah orang yang terinfeksi Covid-19 atau kontak erat masuk ke tempat umum dan menjadi sumber penularan," ujar Iwan 

    Meski setuju dengan dengan keputusan pemerintah menurunkan status PPKM di beberapa daerah, Iwan meminta agar pelonggaran kegiatan dilakukan secara hati-hati supaya kasus Covid-19 tidak naik lagi. 

    Iwan mendorong agar pemerintah daerah menjatuhkan sanksi berat jika masyarakat tidak mematuhi aturan PPKM"Penutupan sementara mal atau tempat usaha jika mereka melanggar atau menjadi klaster penularan," kata dia.

    Baca juga: Jokowi Turunkan Level PPKM, Simak Perbedaan Level 3 dan 4 di Aturan Sebelumnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.