Jokowi Ingin Warga Hidup Bersama Pandemi, Begini Gambaran Strategi dari Menkes

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menghadiri pemberian vaksinasi pada 2.500 lansia secara gratis oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta di area sekolah Kolese Kanisius, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa 9 Maret 2021. Penyuntikan vaksin covid-19 secara gratis oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta tersebut dimulai Senin (8/3/2021) hingga Sabtu 13 Maret 2021. Foto/Gugus Tugas Vaksinasi Covid-19 Keluarga Besar Kolese Kanisius

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menghadiri pemberian vaksinasi pada 2.500 lansia secara gratis oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta di area sekolah Kolese Kanisius, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa 9 Maret 2021. Penyuntikan vaksin covid-19 secara gratis oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius Jakarta tersebut dimulai Senin (8/3/2021) hingga Sabtu 13 Maret 2021. Foto/Gugus Tugas Vaksinasi Covid-19 Keluarga Besar Kolese Kanisius

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kementeriannya saat ini telah mulai menyusun strategi hidup bersama pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Di Ratas (rapat terbatas) tadi Bapak Presiden meminta kami mulai bisa menyusun strategi hidup bersama pandemi, bukan hanya strategi penanganan pandemi," kata Budi dalam konferensi pers daring, Senin, 23 Agustus 2021.

    Strategi ini mencakup beberapa hal. Pertama adalah agar masyarakat bisa menyeimbangkan antara hidup sehat dan kegiatan ekonomi. Dalam penerapannya, Budi mengatakan penerapan protokol kesehatan atau prokes harus diimplementasikan dengan disiplin.

    "Jadi kami sudah bekerja sama dengan beberapa asosiasi dan perkumpulan untuk mulai menyusun prokes berbasis teknologi informasi. Ada aplikasi PeduliLindungi yang akan kita pakai secara nasional untuk membantu implementasi prokes berbasis teknologi informasi," kata Budi.

    Nantinya prokes yang diatur akan mencakup prokes di sektor perdagangan modern hingga tradisional, di sektor transportasi darat, laut udara, di sektor kerja industri maupun perkantoran, di sektor pariwisata, mulai dari pertandingan sepak bola, konser musik, kuliner, juga restoran, hingga prokes di bidang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, hingga universitas.

    Prokes di acara atau hari keagamaan juga akan ikut diatur. Terlebih ritual-ritual keagamaan yang berlangsung tiap hari minggu atau hari raya besar.

    "Nanti akan disusun atas arahan Bapak Presiden (Jokowi) berbasis informasi teknologi berpusat pada aplikasi PeduliLindungi sehingga kita bisa membangun hidup bersama epidemi dengan menyeimbangkan sisi kesehatan dan ekonomi," kata Budi.

    Selanjutnya, strategi hidup bersama pandemi ini juga akan mencakup penguatan testing dan tracing. Nantinya, Budi mengatakan tracing dan testing harus sangat terarah dan tidak massal. Keduanya hanya akan diterapkan pada yang benar-benar membutuhkan, atau istilah dikenal sebagai testing epidemiologi, bukan skrining.

    "Jadi testing yang dilakukan ke suspek, kontak erat bergejala. Bukan semua mau dites karena mau melakukan aktivitas tertentu," kata Budi.

    Terakhir, strategi ini juga mencakup perawatan atau teurapetik. Nantinya harus ada layanan primer, lokasi-lokasi isolasi dengan pengobatan dasar. Hal ini diharapkan membuat rumah sakit hanya diisi kasus kritis dan berat.

    Wamenkes Dante Saksono Harbuwono, telah diminta oleh Jokowi untuk mengkaji agar fokus perawatan kritis-berat di rumah sakit bisa berjalan dan mengurangi tingkat kematian yang relatif tinggi. Pemerintah akan mendorong layanan primer puskesmas atau klinik hanya untuk melayani pasien yang hanya perlu isolasi maupun pengobatan tahap dasar.

    "Dengan demikian diharapkan bahwa ke depannya kita tidak hanya bicara strategi penanganan pandemi, tapi strategi hidup bersama epidemi seperti arahan presiden (Jokowi)," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

    Baca juga: Epidemiolog UGM Minta Masyarakat Bersiap Hidup Berdampingan dengan Covid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.