KPK Telisik Pemberian Fasilitas ke Angin Prayitno Aji di Kasus Suap Pajak

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021. Total kekayaan Angin terdiri dari dua tanah dan bangunan di wilayah Jakarta Timur dan satu tanah dan bangunan di wilayah Jakarta Selatan yang bernilai lebih dari Rp 14,9 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021. Total kekayaan Angin terdiri dari dua tanah dan bangunan di wilayah Jakarta Timur dan satu tanah dan bangunan di wilayah Jakarta Selatan yang bernilai lebih dari Rp 14,9 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami pemberian fasilitas mewah yang diterima oleh eks-Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Pajak Angin Prayitno Aji (APA) dalam perkara suap pajak. Pendalaman itu dilakukan KPK dengan memeriksa seorang saksi yang merupakan pihak swasta bernama Ivan Malik.

    "Yang bersangkutan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya pemberian fasilitas mewah salah satunya berupa menginap di hotel kepada tersangka APA dan pihak terkait lainnya saat dilakukan pemeriksaan perpajakan," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Senin, 23 Agustus 2021.

    Dalam kasus ini, Angin Prayitno Aji bersama Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani, diduga menerima suap dan gratifikasi mencapai total Rp 50 miliar. Keduanya ditengarai menerima suap dari tiga perusahaan, yaitu PT Jhonlin Baratama, PT Gunung Madu Plantations, dan PT Bank Pan Indonesia (Panin).

    Angin Prayitno Aji dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Magribi, Veronika Lindawati, dan Agus Susetyo. Ryan dan Aulia menjadi konsultan pajak dalam pemeriksaan perpajakan PT Gunung Madu Plantations tahun pajak 2016.

    Veronika sebagai kuasa Bank Pan Indonesia tahun pajak 2016. Lalu, Agus Susetyo menjadi konsultan pajak PT Jhonlin Baratama tahun pajak 2016 dan 2017. Sebelumnya, KPK sudah memeriksa Angin Prayitno Aji pekan lalu dengan status sebagai tersangka. 

    Baca juga: MAKI Ajukan Praperadilan Terhadap KPK di Perkara Djoko Tjandra

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.