Rasakan Manfaatnya, Maharani Bersyukur Terdaftar JKN-KIS

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maharani Tambunan (35), warga Sipirok, Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, peserta rogram Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

    Maharani Tambunan (35), warga Sipirok, Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, peserta rogram Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

    INFO NASIONAL - Pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pelayanan kesehatan. Itulah yang dipikirkan Maharani Tambunan (35), warga Sipirok, Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

    Maharani sangat terharu saat mengetahui dirinya dan keluarga didaftarkan oleh Pemerintah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), artinya ia tidak perlu membayar iuran dan biaya pelayanan kesehatan apabila sakit.

    “Kami ini orang yang pas – pasan, penghasilan hanya cukup untuk makan. Apalagi saat ini pandemi, semuanya terbatas, pemasukan bapak juga berkurang,” kata Maharani pada Rabu, 21 Agustus 2021.

    Maharani dengan penuh semangat menceritakan bahwa telah sejak lama ia ingin menjadi peserta Program JKN-KIS. Sebagai warga kurang mampu dirinya sempat mengira tidak mendapat perhatian dari Pemerintah.

    Namun, berkat bantuan koordinasi pendataan penduduk yang baik dari Kepala Lingkungan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Kabupaten Kabupaten Tapanuli Selatan akhirnya KIS sampai ke
    tangannya.

    Maharani sebelumnya sering uring – uringan berobat karena memikirkan biaya, kini ia sangat bergantung pada Kartu Indonesia Sehat (KIS). Misalnya, baru – baru ini dipergunakan saat anak – anaknya demam, atau ketika dirinya sakit pinggang.

    Tanpa khawatir, Maharani cukup datang ke Puskesmas dan menunjukkan KIS saat pendaftaran. Maharani mengaku pelayanan yang ia diterima adil, tidak dibedakan dengan pasien yang membayar secara mandiri.

    Petugas kesehatan melayani dengan tulus dan penuh perhatian. Dokter yang mengobatijuga tidak jarang memintanya kembali untuk kontrol kesehatan. Obat – obatan ia terima dengan gratis
    tanpa ada pemungutan biaya.

    “Terima kasih kepada Pemerintah dan orang – orang baik yang membayar iuran JKN-KIS. Berkat adanya budaya gotong royong sekarang kami juga bisa berobat. Dokternya baik, bicaranya baik, pelayanannya bagus, Alhamdulillah sekarang kami sehat – sehat,” tutur Maharani.

    Menjadi peserta Program JKN-KIS tentu menjadi dambaan bagi banyak orang yang tidak mampu.

    Pemerintah telah berkomitmen memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Dengan harapan semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.