Unggahan Muhammad Kece Bisa Merusak Kerukunan, MUI Minta Polisi Bertindak

Reporter

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas. ANTARA/Fransiska Ninditya

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mendesak kepolisian segera menindak Youtuber Muhammad Kece karena kontennya yang dinilai berisi ujaran kebencian dan menghina simbol agama. Ia menilai unggahan tersebut bisa merusak kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

"Saya minta pihak kepolisian segera mungkin menangkap, memproses dan menggiring yang bersangkutan ke pengadilan," ujar Anwar Abbas lewat keterangannya, Ahad, 22 Agustus 2021.

Sebelumnya, Youtuber dengan nama channel MuhammadKece melakukan streaming dengan nada merendahkan dan melecehkan Nabi Muhammad serta agama Islam. Di antara ucapan Muhammad Kece yang dipersoalkan, yakni; dia menyebut kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren menyesatkan dan menimbulkan paham radikal. Selain itu, dia juga menyebut ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW tidak benar sehingga harus ditinggalkan.

"Karena memang Muhammad Bin Abdullah ini pengikut jin," ujar petinggi MUI ini dalam tayangan di akun YouTube Muhammad Kece berjudul 'Kitab Kuning Membingungkan' yang diunggah pada 19 Agustus 2021.

Menurut Anwar, video Muhammad Kece sudah melampaui batas-batas yang bisa ditolerir. "Yang bersangkutan dalam ucapannya telah menghina dan merendahkan Allah SWT, kitab suci umat Islam, dan Nabi Muhammad SAW. Diksi-diksinya mencerminkan kebencian," ujar Anwar.

Untuk itu, dia berharap polisi segera memproses Muhammad Kece. Sementara itu, dia mengimbau umat Islam tidak terprovokasi. "Meskipun hati kita panas, kita percayakan ini kepada aparat penegak hukum. Saya percaya polisi agar segera menindaklanjuti. Jangan sampai gara-gara satu orang Muhammad Kece ini, rusak hubungan antar umat," ujar Anwar.

DEWI NURITA

Baca: Bareskrim Polri Telah Menerima Pelaporan terhadap Youtuber Muhammad Kece






Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

2 jam lalu

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Penyidik menetapkan empat tersangka perorangan dalam kasus gagal ginjal akut yang kaitannya dengan korporasi. Kemudian telah dilakukan penahanan.


Memahami Perbedaan Mushaf dengan AlQuran Sebagai Wahyu

4 hari lalu

Memahami Perbedaan Mushaf dengan AlQuran Sebagai Wahyu

Penertiban mushaf saat membukukan AlQuran dilakukan untuk menjaga keutuhan dan kemurnian wahyu Allah.


Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

5 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


Ketua PBNU Minta Umat Islam tidak Terprovokasi Pembakaran Alquran di Swedia

6 hari lalu

Ketua PBNU Minta Umat Islam tidak Terprovokasi Pembakaran Alquran di Swedia

Politikus sayap kanan, Rasmus Paludan, membakar salinan Alquran dalam demonstrasi menolak Swedia bergabung NATO dan protes terhadap Turki


MUI Mengecam Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia

6 hari lalu

MUI Mengecam Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia

MUI mengecam dan menyesalkan pembakaran Al Quran di depan kantor Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia


PBB Protes Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia

6 hari lalu

PBB Protes Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia

Perwakilan tinggi Aliansi Peradaban PBB Miguel Angel Moratinos mengutuk pembakaran Al Quran oleh ekstremis sayap kanan Swedia


Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

9 hari lalu

Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

Sampai dengan saat ini Bareskrim Polri masih menunggu jawaban dari JPU terkait kelengkapan berkas perkara P21 dari tersangka Ismail Bolong.


Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

9 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas kasus gagal ginjal akut pada anak ke Kejaksaan Agung dengan tersangka korpasi PT Afi Farma.


Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

10 hari lalu

Kabareskrim Tegaskan Bakal Lanjutkan Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

Komjen Agus Andrianto mengatakan Polri melanjutkan penyelidikan kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami pegawai Kemenkop UKM


Cara Menghitung Pajak YouTuber seperti Ria Ricis dan Atta Halilintar, Wajib Diketahui Pemula

11 hari lalu

Cara Menghitung Pajak YouTuber seperti Ria Ricis dan Atta Halilintar, Wajib Diketahui Pemula

Cara menghitung pajak YouTuber beserta dasar hukumnya menurut undang-undang, termasuk PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).