Yakin PKB Bisa Bersaing dengan Gerindra dan Golkar, Muhaimin: Fokus di Milenial

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menghadiri pemakaman almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Senin, 3 Februari 2020. Pemakaman pengasuh Ponpes Tebuireng, Gus Sholah tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting dan ribuan pelayat. ANTARA/Syaiful Arif

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menghadiri pemakaman almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Senin, 3 Februari 2020. Pemakaman pengasuh Ponpes Tebuireng, Gus Sholah tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting dan ribuan pelayat. ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar optimistis partainya bisa bersaing ketat dengan Partai Gerindra dan Golkar di Pemilu 2024. Ia merujuk ke sejumlah survei yang menempatkan partainya di posisi kedua dan ketiga.

    "Dengan keberadaan partai saat ini serta dukungan dan kerja keras semua pengurus DPW di 34 provinsi, saya optimis PKB bisa meraih posisi dua besar pada Pemilu 2024 mendatang," kata Muhaimin saat membuka Musyawarah Cabang PKB di 11 kabupaten/kota di Maluku secara serentak melalui siaran virtual, dari Kota Ambon, Sabtu.

    Muhaimin yang akrab disapa Gus Ami mengaku PDI Perjuangan merupakan partai yang solid sekaligus rival terberat dalam Pemilu 2024, namun bukan mustahil partai dipimpinnya bisa melanggeng ke peringkat utama Pemilu mendatang.

    "Karena itu seluruh pengurus partai harus terus bergerak menghimpun semua kekuatan yang dimiliki, termasuk membenahi struktur partai hingga ke tingkat paling bawah yakni desa dan kelurahan," katanya.

    Sejauh ini menurut Muhaimin, berdasarkan hasil survei partai dipimpinnya bersaing ketat dengan Gerindra dan Golkar dalam merebut posisi kedua dan ketiga. "Kalau di papan tengah pada pemilu 2019 kita sudah unggul jauh dari PKS dan Partai Demokrat. Kita harus terus maju untuk menuju level lebih tinggi yakni partai pemenang pemilu. target ini bukan mustahil dapat terpenuhi pada Pemilu 2024," ujarnya.

    Dia mengimbau kader PKB untuk terus bekerja keras dengan mengedepankan kerja sosial sebagai modal utama membangun partai tersebut, mengingat kompetisi di Pemilu 2024 berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya.

    Pemilu 2024, katanya merupakan periodesasi regenerasi kepemimpinan karena Presiden Joko widodo telah memasuki dua periode kepemimpinan, dan tidak bisa diusung PDI Perjuangan sebagai calon Presiden periode lima tahun mendatang.

    "Sekarang kita harus lebih cermat menghitung kekuatan yang dimiliki partai. Apalagi 52 persen pemilih yang akan mengikuti Pemilu 2024 adalah pemilih milenial. Ini peluang sekaligus cambuk bagi seluruh pengurus dan kader partai untuk menarik simpati kaum milenial," katanya.

    Dia berharap seluruh pimpinan DPW Maluku maupun DPC PKB di 11 kabupaten/kota di Maluku dapat bekerja keras untuk menarik simpati kaum milenial agar dapat memilih partai tersebut pada pemilu 2024 mendatang. "Manfaatkan media sosial sebagai sarana efektif untuk menarik simpati kader dan simpatisan mendukung PKB dalam pemilu mendatang," ujarnya.

    Baca: Beredar Isu Pilpres 2024 Mundur, Wakil Ketua MPR: Kondisinya Tak Bisa Diprediksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.