Pakar Timur Tengah Sebut Taliban Berubah untuk Cari Dukungan Dunia

Pasukan Taliban berpatroli dengan menggunakan senjata mesin RPK 74 di sebuah jalan di Herat, Afghanistan 14 Agustus 2021. RPK 74 merupakan senapan mesin yang menggunakan basis dari senapan Ak-47 REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Timur Tengah yang juga pendiri Albalad.co, Faisal Assegaf, meyakini Taliban sudah berubah.

“Saya yakin sudah berubah. Karena memang menjadi kepentingan mereka agar melanggengkan kekuasaan dan mendapat dukungan, simpati rakyat Afghanistan dan internasional,” kata Faisal dalam diskusi yang diselenggarakan Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Faisal menuturkan, ketika pertama kali Taliban menguasai Provinsi Nimruz, Afghanistan pada dua pekan lalu, pola yang dilakukan tidak langsung menyerang. Tetapi menemui gubernur setempat dan kepala militer di sana untuk menyerah baik-baik.

“Kalau tidak ada yang menyerah baru pertempuran dilanjutkan. Kalau menyerah dikasih pilihan, apakah mau bergabung dengan Taliban atau tidak, atau mereka meninggalkan itu,” ujarnya.

Menurut Faisal, banyak fakta di lapangan bahwa jika pemerintah setempat tidak mau pergi dari wilayah yang dikuasai Taliban, mereka akan diantar ke batas provinsi.

Taliban, kata Faisal, tidak akan berbuat sesuatu kepada mereka karena sudah ada Wakil Pemimpin urusan militer, Mullah Mohammad Yaqoob, yang melarang pejuang Taliban memasuki rumah warga sipil tanpa izin.

Selain itu, Faisal mengungkapkan bahwa Taliban tidak menawan, mengeksekusi, maupuan menyiksa orang-orang yang ditahan. Bahkan, Taliban juga mengizinkan 8 mantan pejabat Afghanistan lari ke Turki. 

Faisal meyakini adanya perubahan pada Taliban karena sempat berkomunikasi dengan juru bicara Taliban, Suhail Shaheen. Faisal menerima pesan dari Suhail bahwa pihaknya telah memerintahkan pejuang Taliban untuk berhenti di gerbang Kabul ketika baru menguasai kota tersebut. Keputusan itu dilakukan karena Taliban ingin bernegosiasi dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani agar bisa terjadi penyerahan kekuasaan secara baik-baik.

Pada 15 Agustus 2021, kata Faisal, Taliban mengumumkan pemberian amnesti atau pengampunan bagi orang-orang yang bekerja di pemerintahan Afghanistan, seperti sipil dan militer dari semua tingkatan, termasuk penerjemah pasukan asing.

“Kalau orang masih meragukan apakah Taliban yang sekarang versus lalu sudah berubah, tentu perubahan jangan dilihat dari kejadian kecil di lapangan, tapi harus dilihat bagaimana pimpinan mengambil kebijakan,” katanya.

Baca juga: Taliban Gedor Pintu Rumah, Buru Warga Afghanistan yang Bekerja untuk AS






Utusan Menteri Luar Negeri Malaysia Usulkan Islamofobia Masuk Kategori Kriminal

8 jam lalu

Utusan Menteri Luar Negeri Malaysia Usulkan Islamofobia Masuk Kategori Kriminal

Utusan khusus Menteri Luar Negeri Malaysia menyarankan agar Islamofobia masuk kategori tindakan kriminal


Bertemu Menhan Hulusi di Ankara, Prabowo: RI-Turki Punya Sejarah Panjang

10 jam lalu

Bertemu Menhan Hulusi di Ankara, Prabowo: RI-Turki Punya Sejarah Panjang

Prabowo menyinggung soal sejarah panjang antara Indonesia dan Turki saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Nasional Republik Turki Hulusi Akar.


Prabowo dan Menhan Hulusi Sepakati Recana Aksi Kerja Sama Pertahanan RI-Turki

17 jam lalu

Prabowo dan Menhan Hulusi Sepakati Recana Aksi Kerja Sama Pertahanan RI-Turki

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menhan Turki Hulusi Akar, di Bakanlklar, Ankara, Turki, Jumat, 3 Februari 2022.


Rasmus Paludan Pembakar Al Quran Pernah Terlibat Obrolan Seks dengan Anak Kecil

20 jam lalu

Rasmus Paludan Pembakar Al Quran Pernah Terlibat Obrolan Seks dengan Anak Kecil

Pembakar Al Quran asal Swedia, Rasmus Paludan disebut media Turki memiliki perilaku seks menyimpang.


Barat Tutup Kedutaan karena Demo Menentang Pembakaran Al Quran, Turki Geram

1 hari lalu

Barat Tutup Kedutaan karena Demo Menentang Pembakaran Al Quran, Turki Geram

Turki geram atas tindakan negara Barat, yang menutup operasional kantor perwakilannya karena banyak demo menentang pembakaran Al Quran di sana.


Anggota Kongres Menyandera Penjualan F-16 sampai Turki Setuju Swedia Masuk NATO

1 hari lalu

Anggota Kongres Menyandera Penjualan F-16 sampai Turki Setuju Swedia Masuk NATO

Sejumlah anggota Kongres menyatakan tidak akan mendukung penjualan F-16 ke Turki sampai Swedia bisa masuk NATO.


Norwegia Larang Aksi Pembakaran Al Quran Seperti di Swedia

1 hari lalu

Norwegia Larang Aksi Pembakaran Al Quran Seperti di Swedia

Hari ini rencananya sejumlah pengunjuk rasa di Norwegia akan melakukan pembakaran Al Quran seperti di Swedia. Namun protes tak diberi izin.


Ditekan Turki, Swedia akan Perketat UU Antiterorisme

2 hari lalu

Ditekan Turki, Swedia akan Perketat UU Antiterorisme

Langkah ini dilakukan setelah Stockholm pada Juni lalu berusaha mengatasi keberatan Turki jika Swedia bergabung dengan NATO


Turki Dukung Keanggotaan NATO untuk Finlandia , tetapi Tidak untuk Swedia

2 hari lalu

Turki Dukung Keanggotaan NATO untuk Finlandia , tetapi Tidak untuk Swedia

Finlandia tidak ingin meninggalkan Swedia dalam proses keanggotaan NATO.


Kutuk Pembakaran Al Quran di Swedia, Hungaria: Bisa Pengaruhi Prospek Masuk NATO

3 hari lalu

Kutuk Pembakaran Al Quran di Swedia, Hungaria: Bisa Pengaruhi Prospek Masuk NATO

Salah satu negara anggota NATO, Hungaria, mengutuk tanggapan Stockholm atas pembakaran Al Quran di Swedia.