Abu Tholut Yakin Kemenangan Taliban Tak Picu Terorisme di Indonesia

Pasukan Taliban berjaga-jaga dengan menenteng Senapan Mesin M249 di dalam Kabul, Afghanistan 16 Agustus 2021. Senapan mesin otomatis yang berasal dari Amerika Serikat ini menggunakan kaliber 5,56 mm. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pimpinan kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI), Abu Tholut, menilai kemenangan Taliban di Afghanistan tidak akan berpengaruh terhadap kebangkitan terorisme di Indonesia.

“Kita enggak usah khawatir dengan kemenangan Taliban, apakah akan meningkatkan aksi terorisme di Indonesia,” kata Abu Tholut dalam diskusi yang diselenggarakan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Abu Tholut mengatakan, tidak ada bukti empiris bahwa suatu kemenangan gerakan di luar negeri memicu aksi terorisme. Sebagai contoh, kemenangan pemimpin Revolusi Iran, Ayatollah Khomeini, pada 1979, memunculkan euforia di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, tidak ada gerakan terorisme yang muncul.

Kedua, kemenangan Mujahidin di Afghanistan pada 1992 juga tidak berdampak sama sekali. Baru pada 1999 atau 7 tahun setelah kemenangan Mujahidin, kata Abu Tholut, ada konflik Ambon yang memicu bom Natal. 

Menurut Abu Tholut, aksi terorisme justru muncul ketika Amerika Serikat dan NATO (Organisasi Pertahanan Atlantik Utara) masuk Afghanistan pada 2001. “Artinya, ini psikologi, itu gerakan kemenangan tidak memicu apa-apa yang sifatnya terorisme. Justru yang memicu adalah berita tentang kekalahan, kezaliman, berita duka,” katanya.

Berita duka itu lah, kata Abu Tholut, yang memicu empati dan bagi mereka yang bersumbu pendek akan menghasilkan aksi negatif. Karena itu, mantan Afghanistan Foreign Fighters ini menegaskan bahwa kemenangan Taliban tidak berkorelasi signifikan dalam meningkatkan aksi terorisme.

“Apalagi sekarang Taliban telah menandatangani komitmen perjanjian Doha, yang paling penting tidak akan membenarkan digunakannya bumi Afghanistan untuk aktivitas yang membahayakan negara lain,” ujar Abu Tholut.

Baca juga: TNI AU Cerita Ketegangan Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan






AS Beri Pengarahan 40 Negara tentang Insiden Balon Mata-mata China

15 menit lalu

AS Beri Pengarahan 40 Negara tentang Insiden Balon Mata-mata China

Balon mata-mata ini dianggap AS sebagai bagian dari armada udara China yang telah melanggar kedaulatan negara lain.


AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

3 jam lalu

AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

insiden balon mata-mata Cina telah meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Washington hingga Menlu AS Antony Blinken membatalkan perjalanan


Amerika Serikat Bantah Sanksi terhadap Damaskus Halangi Bantuan Gempa Suriah

5 jam lalu

Amerika Serikat Bantah Sanksi terhadap Damaskus Halangi Bantuan Gempa Suriah

Amerika Serikat membantah laporan yang menyebut sanksi terhadap Damaskus menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk gempa Suriah


Beyonce Umumkan Tur Dunia Bawakan Album "Renaissance", Ini Lokasi dan Jadwalnya

18 jam lalu

Beyonce Umumkan Tur Dunia Bawakan Album "Renaissance", Ini Lokasi dan Jadwalnya

Beyonce telah mengumumkan akan melakukan tur dunia untuk mempromosikan album barunya "Renaissance" yakni ke di Eropa dan Amerika Utara.


FBI Tangkap Pemimpin Neo-Nazi, Akan Serang Gardu Listrik

1 hari lalu

FBI Tangkap Pemimpin Neo-Nazi, Akan Serang Gardu Listrik

Seorang pemimpin neo-Nazi dan rekannya merencanakan serangan ke jaringan listrik Baltimore, namun digagalkan oleh FBI dengan bantuan seorang informan


Bantah AS, Burkina Faso Klaim Tidak Utamakan Perusahaan Rusia dalam Tambang Emas

1 hari lalu

Bantah AS, Burkina Faso Klaim Tidak Utamakan Perusahaan Rusia dalam Tambang Emas

Pemerintah Burkina Faso menyatakan pemberian izin pertambangan emas kepada Nordgold bukan karena perusahaan itu berasal dari Rusia


Militer AS Kumpulkan Serpihan Balon Mata-mata China, Republik Nilai Biden Lemah

2 hari lalu

Militer AS Kumpulkan Serpihan Balon Mata-mata China, Republik Nilai Biden Lemah

Militer AS mencari serpihan balon mata-mata China yang ditembak jatuh dalam kisah mata-mata dramatis yang semakin memperkeruh hubungan kedua negara.


19 Tahun Facebook, Begini Mark Zukerberg Mula-mula Rancang Platform Ini

2 hari lalu

19 Tahun Facebook, Begini Mark Zukerberg Mula-mula Rancang Platform Ini

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg pada 4 Februari 2004. Begini awal mula ia membangun dan kemudian mengembangkan fiturnya.


Rusia Sebut AS Raja Bohong, Minta PBB Selidiki Perang Irak

2 hari lalu

Rusia Sebut AS Raja Bohong, Minta PBB Selidiki Perang Irak

Rusia kembali mengungkit peran Amerika Serikat dalam perang Irak. Sebut AS adalah sumber kebohongan.


Turki Tangkap 15 Orang Diduga Anggota ISIS Usai Barat Tutup Kedutaan

2 hari lalu

Turki Tangkap 15 Orang Diduga Anggota ISIS Usai Barat Tutup Kedutaan

Turki menangkap 15 orang yang diduga menjadi anggota ISIS. Penangkapan dilakukan setelah adanya penutupan kantor kedutaan Barat.