Guru Besar UI Ingatkan Publik Tak Sembarangan Bersikap di Konflik Afghanistan

Reporter

Seorang anggota Taliban berjaga saat orang-orang berjalan di pintu masuk Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. Diketahui sebelumnya Taliban menggunakan senapan AK-47, tetapi kini pasukan tersebut telah menggunakan senjata milik Amerika Serikat M16. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, Jakarta - Dosen Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengingatkan masyarakat jangan sampai konflik yang terjadi di Afghanistan merusak persatuan dan kesatuan di Indonesia. "Apakah kita akan merusak persatuan di Indonesia terhadap situasi yang terjadi di Indonesia? Saya rasa hal itu tidak perlu terjadi," tutur Hikmahanto Juwana mengutip Antara, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Ia mengingatkan dan mengantisipasi jangan sampai masyarakat di Tanah Air ikut serta menggalang simpatisan atas konflik yang terjadi antara pemerintah Afghanistan dengan kelompok Taliban karena hal itu dapat merugikan diri sendiri.

Lagi pula, jika ada galangan dukungan dari publik Indonesia untuk kelompok yang bertikai, kata dia, tidak akan berdampak langsung di Afghanistan. Belum tentu juga semua pihak mengetahui dengan persis apa yang sebenarnya terjadi di Afghanistan.

Jika melihat dari perkembangan terakhir, kelompok Taliban memang menguasai Afghanistan. Di saat bersamaan ada masyarakat yang melarikan diri ke bandara dan perbatasan-perbatasan hanya untuk keluar dari negara tersebut.

Tidak hanya itu, ada juga kelompok anti-Taliban yang menunjukkan perlawanan. "Artinya, jangan sampai masalah di luar negeri berdampak ke Indonesia yang bisa merusak persatuan karena tidak ada relevansinya," ujar Guru Besar UI ini.

Menurut dia, langkah yang paling bijak saat ini adalah tidak mengurusi atau mencampuri urusan internal Afghanistan karena bagaimana pun negara tersebut memiliki kedaulatan yang mesti dihormati oleh semua pihak.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar meminta seluruh masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi pemberitaan konflik antara Afghanistan dengan kelompok Taliban. Ia menilai dengan adanya masalah tersebut, bukan tidak mungkin ada kelompok yang berusaha menggalang simpatisan.

"Jangan sampai masyarakat salah bersimpati karena berdasarkan pemantauan kami ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menggalang simpatisan atas isu Taliban. Ini sedang kita cermati," kata Boy Rafli Amar.

Baca juga: Menlu Retno Ingin Ada Stabilitas dan Penghormatan Hak Perempuan di Afghanistan






Pajero Penabrak Mahasiswa UI Ganti Warna Jadi Putih, Kitson: AKBP EkoTak Hilangkan Barang Bukti

6 jam lalu

Pajero Penabrak Mahasiswa UI Ganti Warna Jadi Putih, Kitson: AKBP EkoTak Hilangkan Barang Bukti

Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK mobil penabrak mahasiswa UI itu menyebutkan warna mobil adalah putih.


UI Peringkat Teratas Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Webometrics, Nomor 551 di Dunia

2 hari lalu

UI Peringkat Teratas Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Webometrics, Nomor 551 di Dunia

The "Webometrics Ranking of World Universities" edisi Januari 2023 merilis UI peringkat teratas perguruan tinggi terbaik di Indonesia.


ITS Naik 50 Peringkat di Webometrics Terkini, Indikator Openness Tersignifikan

2 hari lalu

ITS Naik 50 Peringkat di Webometrics Terkini, Indikator Openness Tersignifikan

ITS masih berada di urutan tujuh nasional. Di bawah UNS dan Syiah Kuala.


Pajero Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI yang Tewas Beda Warna saat Rekonstruksi

3 hari lalu

Pajero Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI yang Tewas Beda Warna saat Rekonstruksi

Mobil Pajero pensiunan Polri dalam insiden kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI berbeda warna.


Darmaningtyas Sebut Diksi Tertabrak dan Terlindas dalam Berita Kecelakaan Mahasiswa UI Kurang Tepat

5 hari lalu

Darmaningtyas Sebut Diksi Tertabrak dan Terlindas dalam Berita Kecelakaan Mahasiswa UI Kurang Tepat

Darmaningtyas menilai penggunaan diksi tertabrak dan terlindas pada kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI Hasya Atallah Syahputra dianggap kurang tepat.


Guru Besar Hukum Sebut Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Kecelakaan Sudah Benar

6 hari lalu

Guru Besar Hukum Sebut Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Kecelakaan Sudah Benar

Penetapan tersangka dalam kasus tabrakan menewaskan mahasiswa UI, Hasya Attalah Syaputra, hingga ditetapkan tersangka, sudah benar.


Kapolda Fadil Imran Putuskan Rekonstruksi Ulang Tabrakan yang Akibatkan Mahasiswa UI Tewas

6 hari lalu

Kapolda Fadil Imran Putuskan Rekonstruksi Ulang Tabrakan yang Akibatkan Mahasiswa UI Tewas

Fadil Imran, mengatakan akan melakukan rekonstruksi ulang kasus tabrakan yang menyebabkan mahasiswa UI meninggal.


Polda Metro Tetapkan Tersangka Mahasiswa UI yang Meninggal, Azas: Belajarlah dari Kasus Tabrakan Cianjur

6 hari lalu

Polda Metro Tetapkan Tersangka Mahasiswa UI yang Meninggal, Azas: Belajarlah dari Kasus Tabrakan Cianjur

Penetapan tersangka mahasiswa Universitas Indonesia atau mahasiswa UI, Hasya Attalah Syaputra, menuai banyak protes.


Korban Tewas dalam Ledakan di Masjid Pakistan Bertambah Jadi 87 Orang

6 hari lalu

Korban Tewas dalam Ledakan di Masjid Pakistan Bertambah Jadi 87 Orang

Korban tewas dalam ledakan di masjid Pakistan bertambah menjadi 87 orang, sehari setelah bom bunuh diri


3 Wasiat Titipan Kapolda Fadil Imran soal Tabrakan yang Tewaskan Mahasiswa UI & Penanganan Kasusnya Dinilai Abaikan Kapolri Jadi Top 3 Metro

6 hari lalu

3 Wasiat Titipan Kapolda Fadil Imran soal Tabrakan yang Tewaskan Mahasiswa UI & Penanganan Kasusnya Dinilai Abaikan Kapolri Jadi Top 3 Metro

Ada 3 wasiat titipan Kapolda Fadil Imran soal tabrakan yang tewaskan mahasiswa UI & Penanganan kasus Ini abaikan perintah Kapolri