Jabar Surplus Oksigen, Ridwan Kamil Minta Bantu Pasien Covid-19 yang Isoman

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan koordinasi terkait manajemen distribusi oksigen di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). (Foto: Deni/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan koordinasi terkait manajemen distribusi oksigen di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). (Foto: Deni/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pasokan oksigen untuk kebutuhan perawatan pasien Covid-19 surplus. “Per hari ini oksigen kita itu sekarang surplus 174 ton per hari karena kasus sudah turun, (BOR) rumah sakit sudah turun,” kata dia, Jumat, 20 Agustus 2021.

    Ridwan Kamil menjelaskan saat ini pasien Covid-19 mayoritas di Jawa Barat adalah pasien isolasi mandiri. Sehingga surplus oksigen akan digeser untuk memenuhi kebutuhan pasien yang sedang isolasi mandiri atau isoman.

    “Kalau dulu 70 persen rumah sakit, 30 persen warga, sekarang ubah. Oksigen di isi di tabung-tabung kecil, menjadi 70 isoman dan 30 persen rumah sakit,” kata Ridwan Kamil.

    Pemerintah Jawa Barat membuka fitur baru bernama Omat (Oksigen untuk Masyarakat) di aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat). Fitur tersebut di akses lewat menu Isolasi Mandiri.

    Lewat fitur tersebut warga bisa meminjam tabung. Sekaligus, bagi pemilik tabung bisa 'mengiklankan' tabung oksigen miliknya untuk dipinjam pakaikan pada warga yang membutuhkan dengan difasilitasi ongkos pengirimannya oleh pemerintah provinsi.  

    “Kita akan atur sehingga mereka yang sedang butuh bisa dikirimi dengan cepat. Mereka yang sudah sembuh yang pegang tabung oksigen bisa dipinjamkan melalui pemerintah Provinsi Jawa Barat. Atau bisa tanda kutip diiklankan sehingga masyarakat bisa membantu masyarakat yang pengirimannya kita fasilitasi,” ujar Ridwan Kamil.

    Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan saat ini tren penambahan kasus aktif menurun. “Kasus aktif kita menurun, saat ini di angka 7,9 persen, kasus aktif ini adalah persentase kasus aktif harian dibagi kasus terkonfirmasi. Jadi Alhamdulillah terus menurun,” kata dia, Jumat, 20 Agustus 2021.

    Setiawan menuturkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 berada di angka 90,29 persen. “Namun tingkat kematiannya juga kelihatannya masih ada peningkatan di angka 1,78 persen. Tapi kami berupaya untuk mengklarifikasi kembal data-datanya,” kata dia.

    Menurut Setiawan, tingkat keterisian rumah sakti Jawa Barat berada di angka 26,6 persen yang diklaim terendah selama PPKM. Warga yang masih dirawat di ruang isolasi rumah sakit berjumlah 4.493 orang.

    Sementara kasus Covid-19 yang aktif berjumlah sekitar 52 ribu pasien, sebagian besar menjalani isolasi mandiri di rumah. “Artinya memang posko oksigen ini masih dibutuhkan untuk bersiap-siap apabila ada masyarakat yang membutuhkan,” kata dia ihwal perintah Ridwan Kamil untuk membantu pasien Covid-19 yang sedang isoman.

    Baca juga: Kasus Covid-19 di Jawa Barat Turun, Ridwan Kamil: Pelan-pelan Ekonomi Dibuka 

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.