Menlu Retno Ingin Ada Stabilitas dan Penghormatan Hak Perempuan di Afghanistan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kiri) menyaksikan warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Afghanistan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu dini hari, 21 Agustus 2021. Evakuas WNI menggunakan Pesawat TNI AU yang tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 03.05 WIB. ANTARA/Galih Pradipta

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kiri) menyaksikan warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Afghanistan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu dini hari, 21 Agustus 2021. Evakuas WNI menggunakan Pesawat TNI AU yang tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 03.05 WIB. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia terus berharap agar perdamaian dan stabilitas bisa hadir di Afghanistan usai pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban. 

    Pernyataan itu disampaikan Menlu Retno saat menyambut sejumlah WNI yang tiba di Indonesia pada Sabtu dini hari, 21 Agustus 2021. Pemerintah memutuskan memulangkan WNI dari Ibu Kota Afghanistan, Kabul dengan menggunakan pesawat militer TNI Angkatan Udara.

    “Indonesia terus berharap proses politik yang inklusif, yang Afghan-led, Afghan-owned, masih memiliki peluang untuk dilakukan demi kebaikan rakyat Afghanistan,” kata Menlu Retno Marsudi.

    Ia juga berharap agar kaum perempuan di Afghanistan dihormati hak-haknya. Indonesia, lanjut Menlu, terus berkomitmen untuk membantu menciptakan perdamaian di Afghanistan, khususnya melalui kerja sama pemberdayaan perempuan.

    Menlu menambahkan saat ini misi Indonesia di Kabul dijalankan dari Islamabad, Ibu Kota Pakistan. Langkah itu diambil setelah melihat perkembangan terbaru di Afghanistan.

    Kementerian Luar Negeri semula merencanakan tetap membuka misi KBRI Kabul dengan tim kecil atau tim esensial yang terbatas. "Namun demikian, di saat-saat terakhir proses evakuasi terjadi perkembangan baru dan untuk sementara operasi KBRI Kabul dilakukan dari Islamabad,” kata Menlu Retno. 

    Menurut dia, ada Satu Kuasa Usaha Sementara dan tiga home staff akan menjalankan misi Kabul dari Islamabad. “Tim kecil ini akan terus melakukan asesmen situasi Afghanistan setiap hari dan menentukan langkah selanjutnya,” tuturnya.

    Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi sebanyak 26 warga negara Indonesia (WNI) untuk keluar dari Afghanistan. Mereka tiba di Jakarta dengan menggunakan pesawat militer milik TNI AU

    Baca juga: Di Bawah Taliban, Akan Jadi Seperti Apa Afghanistan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.