Polri Sebut Ada Donasi ke MIT dari Kelompok Terduga Teroris yang Ditangkap

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di depan gerbang Rumah Sakit Bhayangkara yang akan menjadi lokasi identifikasi dua jenazah dari kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 11 Juli 2021. Hingga foto ini diturunkan, petugas masih melakukan evakuasi kedua jenazah dari hutan untuk dilakukan identifikasi. ANTARA/Basri Marzuki

    Polisi berjaga di depan gerbang Rumah Sakit Bhayangkara yang akan menjadi lokasi identifikasi dua jenazah dari kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 11 Juli 2021. Hingga foto ini diturunkan, petugas masih melakukan evakuasi kedua jenazah dari hutan untuk dilakukan identifikasi. ANTARA/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menyatakan satu dari 53 terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 dalam sepekan terakhir ini merupakan penyokong dana untuk kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah.

    Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono dalam konferensi pers daring pada 20 Agustus 2021.

    "Inisial RWP ini memberikan bantuan berupa uang dengan cara mengirimkan ke perbankan di kelompok MIT Poso yang kemudian untuk operasional persiapan amaliyah," ujar Argo. RWP ditangkap pada 14 Agustus 2021 di Kalimantan Timur.

    Selain RWP, ada juga S yang membantu anggota kelompok MIT untuk bertransaksi melalui bank. Argo mengatakan, S juga membantu mengajarkan para anggota Mujahidin Indonesia Timur mengunggah konten di media sosial. Lalu, ada WS, selain mengajarkan MIT bermain media sosial, juga mengajari mereka merakit bom.

    Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur kini tersisa enam orang. Satuan Tugas Madago Raya pun terus meminta mereka agar segera menyerahkan diri.

    Baca juga: 2 Jenazah Mujahidin Indonesia Timur Teridentifikasi, Kerap Terlibat Pembunuhan

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.