Jokowi Soroti Angka Kematian Akibat Covid di Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu dengan keluarga korban kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di pangkalan angkatan laut di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, 29 April 2021. Laily Rachev/Courtesy of Indonesian Presidential Palace/Handout via REUTERS

    Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu dengan keluarga korban kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di pangkalan angkatan laut di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, 29 April 2021. Laily Rachev/Courtesy of Indonesian Presidential Palace/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur yang mencapai 7,1 persen.

    Menurut dia, ada beberapa kemungkinan penyebab tingginya angka kematian ini. Salah satunya, ia melihat mereka yang isolasi mandiri tidak segera dibawa ke isolasi terpusat. Selain itu, mereka yang bergejala berat terlambat dibawa ke rumah sakit.

    "Saturasinya sudah turun baru dibawa ke rumah sakit, terlambat, yang banyak di situ. Yang kedua komorbidnya. Dua ini menurut saya (penyebab) kenapa (angka kematian) tinggi. Sehingga, sekali lagi, isolasi terpusat itu betul-betul menjadi kunci, baik untuk penyebaran, juga untuk menekan angka kematian," kata Presiden.

    Hal itu disampaikan oleh Presiden saat memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Provinsi Jawa Timur di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kabupaten Madiun, pada Kamis, 19 Agustus 2021.

    Presiden juga meminta agar para unsur pemerintah maupun TNI dan Polri di daerah mengerti betul detail penanganan Covid-19 di lapangan. Dengan menguasai kondisi di lapangan, langkah antisipasi dan respons yang tepat terhadap perubahan situasi bisa segera dilakukan.

    "Jangan sampai kita enggak tahu posisinya, kemudian virusnya masuk, baru kita grobyakan. Ini jangan sampai terjadi," kata Jokowi.

    Baca juga: Jokowi Akui Masyarakat Mulai Kelelahan Hadapi Pandemi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.