ICW Sebut Jasa Tes PCR Untung Rp 10 Triliun Selama Pandemi

Fasilitas kesehatan layanan tes usap (swab) antigen dan PCR dikawasan Mampang Jakarta, Kamis 22 Juli 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sendiri telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan swab test antigen sebesar Rp250.000 untuk Pulau Jawa dan Rp275.000 untuk daerah di luar Pulau Jawa. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut penyedia jasa tes PCR meraup untung puluhan triliun selama pandemi Covid-19.

Peneliti ICW, Wana Alamsyah, mengatakan berdasarkan hitungan kasar lembaganya, setidaknya keuntungan penyedia jasa PCR dihitung mulai Oktober 2020 sampai Agustus 2021 mencapai Rp 10,46 triliun. "Ini angka yang sangat besar," tuturnya saat konferensi pers daring pada Jumat, 20.

Wana menyebut, pernyataannya tentu masih merupakan asumsi. "Kita tentu perlu men-challengge argumentasi, Kementerian Kesehatan dalam hal ini," tuturnya.

ICW menduga ada potensi konflik kepentingan soal mahalnya harga pemeriksaan tes PCR di Indonesia. ICW menyoroti posisi Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir sebagai Komisaris Utama PT Kimia Farma Tbk (Persero).

Abdul Kadir meneken Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/3713/2020 yang menetapkan tarif tertinggi untuk pemeriksaan PCR sebesar Rp 900.000 pada 5 Oktober 2020, sebelum akhirnya pemerintah menurunkan tarif PCR menjadi 495 ribu beberapa hari lalu. Abdul Kadir ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Kimia Farma Tbk (Persero) pada 28 April 2021.

"Pertanyaan sederhana kami, bagaimana mungkin seseorang yang membuat regulasi tentang tarif pemeriksaan PCR, menduduki posisi Komisaris Utama di BUMN Kimia Farma yang juga bertindak sebagai pihak penyedia jasa layanan PCR?," ujar Wana.

Sementara itu, Dirjen Yankes Abdul Kadir menampik adanya konflik kepentingan dalam penetapan tarif PCR. "Saya ini diangkat jadi komisaris baru satu bulan. Jadi kalau dibilang sengaja misalnya memperlambat penurunan, bukan karena itu, saya kan baru satu bulan. Jadi tidak ada konflik kepentingan disitu," ujar Kadir saat dihubungi Tempo, Jumat, 20 Agustus 2021.

Menurut Abdul Kadir, penurunan tarif tes PCR baru bisa dilakukan karena harga reagen di pasaran juga turun. "Harga-harga reagen di pasaran itu sudah jauh lebih turun dibandingkan tahap awal pandemi Covid-19. Berdasarkan itulah maka dilakukan evaluasi batas atas tarif PCR," ujarnya.

Baca juga: Tes PCR Mahal, ICW Duga Ada Konflik Kepentingan Pejabat Kemenkes yang Jadi Komisaris






Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Tanpa tiket di PeduliLindungi

1 hari lalu

Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Tanpa tiket di PeduliLindungi

masyarakat umum sudah bisa mendapatkan vaksin booster kedua. Bagaimana cara mendapatkannya?


Tito Karnavian Minta Aparat Jangan Tindak Pemerintah, ICW: Pola Pikir Itu Penting Diluruskan

1 hari lalu

Tito Karnavian Minta Aparat Jangan Tindak Pemerintah, ICW: Pola Pikir Itu Penting Diluruskan

ICW menyarankan kepada Tito Karnavian agar melihat data KPK. Sejak 2004 hingga 2022, setidaknya ada 178 kepala daerah diproses hukum kasus korupsi.


Alasan Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Indonesia

6 hari lalu

Alasan Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Indonesia

Kemenkes menyatakan KLB campak di Indonesia dilaporkan dari 31 provinsi di Indonesia hingga Desember 2022.


Kasus Campak Tahun 2022 Naik 32 Kali Lipat, Kemenkes Ungkap Penyebabnya

6 hari lalu

Kasus Campak Tahun 2022 Naik 32 Kali Lipat, Kemenkes Ungkap Penyebabnya

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine membeberkan penyebab di balik naiknya Campak hingga 32 kali lipat kasus terkonfirmasi


Tema yang Dipilih Kemenkes untuk Hari Gizi Nasional 2023

7 hari lalu

Tema yang Dipilih Kemenkes untuk Hari Gizi Nasional 2023

Kemenkes memilih tema "Protein Hewani Cegah Stunting" untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap bahaya stunting pada Hari Gizi Nasional 2023.


Kemenkes Tetapkan KLB Campak, Pakar dari Unpad Ungkap Penyebabnya

7 hari lalu

Kemenkes Tetapkan KLB Campak, Pakar dari Unpad Ungkap Penyebabnya

Pakar dari Unpad mengatakan munculnya wabah campak salah satunya dipengaruhi pandemi Covid-19.


Kemenkes Umumkan KLB Campak di 31 Provinsi, Kenali Gejalanya

8 hari lalu

Kemenkes Umumkan KLB Campak di 31 Provinsi, Kenali Gejalanya

Siti Nadia menerangkan, ada lebih dari 3.000 kasus campak sepanjang tahun 2022 yang tersebar di 31 provinsi.


Cegah Stunting, Kemenkes Ganti Timbangan di Posyandu dengan Antropometri

11 hari lalu

Cegah Stunting, Kemenkes Ganti Timbangan di Posyandu dengan Antropometri

Pengukuran yang terstandar untuk deteksi cepat stunting dilakukan dengan mengganti timbangan dacin dengan antropometri di seluruh Posyandu.


Tentara Israel Menembak 2 Warga Palestina

12 hari lalu

Tentara Israel Menembak 2 Warga Palestina

Tentara Israel pada Sabtu, 14 Januari 2023, menembak mati dua laki-laki Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat.


Kasus Chiki Ngebul, Dinkes Jabar Tetapkan Darurat Medis

13 hari lalu

Kasus Chiki Ngebul, Dinkes Jabar Tetapkan Darurat Medis

Dinkes Jabar tetapkan darurat medis kasus chiki ngebul setelah ditemukan 28 korban di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Bekasi.