Jokowi Minta Jawa Timur Lakukan 3 Hal Ini untuk Percepat Penanganan Covid

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu dengan keluarga korban kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di pangkalan angkatan laut di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, 29 April 2021. Laily Rachev/Courtesy of Indonesian Presidential Palace/Handout via REUTERS

    Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu dengan keluarga korban kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di pangkalan angkatan laut di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, 29 April 2021. Laily Rachev/Courtesy of Indonesian Presidential Palace/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan tiga arahan utama kepada forum komunikasi pimpinan daerah Provinsi Jawa Timur. Ia meyakini tiga arahan ini bisa memperbaiki penanganan Covid-19 di wilayah tersebut.

    "Pertama, pindahkan yang isolasi mandiri ke isolasi terpusat. Semua. Kedua, vaksinasi yang dipercepat. Kecepatan vaksinasi menjadi kunci. Ketiga berkaitan dengan obat jangan sampai terlambat," kata Presiden dalam pengarahannya kepada Forkopimda Seluruh Provinsi Jawa Timur, Kamis, 19 Agustus 2021.

    Untuk arahan pertama, Presiden mengatakan pemindahan pasien isolasi mandiri ke isolasi terpusat sangat penting. Selain akan mengurangi sekali laju penyebaran, Jokowi juga menduga tingginya angka kematian di Jawa Timur disebabkan banyaknya pasien yang masih menjalani isolasi mandiri.

    "Sehingga isolasi terpusat itu betul-betul jadi kunci, baik untuk penyebaran, maupun menekan angka kematian," katanya.

    Soal kecepatan vaksinasi Covid-19, Presiden meminta agar para kepala daerah, dibantu TNI-Polri, harus selalu menghabiskan stok vaksin yang mereka terima. Jika telah habis, mereka harus segera meminta lagi ke pemerintah pusat.

    Apalagi, Presiden mengatakan pada Agustus dan September ini banyak vaksin Covid-19 akan tiba di Indonesia. Pada Agustus saja, jumlah yang akan tiba adalah sekitar 72 juta, dan pada September 70 juta.

    "Yang biasanya sebulan hanya 8 juta, 10 juta. Selama 7 bulan kita hanya dapat 68 juta. Per bulan hanya sekitar 10 juta. Ini 72 juta (dalam sebulan), sehingga cepat habiskan. Jangan sampai ada stok vaksin di cold storage bapak ibu semuanya. Segera habiskan," katanya.

    Adapun soal obat, Presiden meminta para kepala daerah agar lebih menyadari situasi dan stok terakhir obat-obatan di wilayahnya masing-masing. Ia tak ingin ada pasien meninggal hanya karena kelangkaan obat. "(Pasien) sudah masuk ke isolasi terpusat, obatnya segera berikan. Saya masih mendengar di bawah, ini yang sering terlambat," kata Jokowi.

    Baca juga: Jokowi Sebut Jika Semua Pelajar Sudah Divaksin, Bisa Sekolah Tatap Muka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.