Survei Dewan Pers: Media Arus Utama Dipilih Responden untuk Mencari Kebenaran

Ilustrasi media online. Pixabay

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Dewan Pers dan Universitas Prof. Dr. Moestopo menunjukkan sebagian besar responden memilih media arus utama untuk mencari kebenaran informasi.

“Kami memperoleh hasil bahwa media siber, televisi, Youtube, surat kabar harian, dan Twitter merupakan media teratas bagi khalayak di Indonesia untuk mengkonfirmasi berita-berita,” kata anggota tim peneliti survei, Natalina Nilamsari, dalam konferensi pers Peluncuran Hasil Riset Dewan Pers tentang Kepercayaan Publik terhadap Media Pers Arus Utama di Masa Pandemi Covid-19, Jumat, 20 Agustus 2021.

Dalam paparannya, sebanyak 32 persen responden menggunakan media siber untuk mencari kebenaran informasi, 18,13 persen menggunakan televisi atau streaming, 10,51 persen menggunakan Youtube, 8,26 persen menggunakan surat kabar harian. 

Kemudian 7,33 persen menggunakan Twitter, 6,41 persen menggunakan WhatsApp, 5,25 persen menggunakan Instagram, 3,52 persen menggunakan Facebook, 2,31 persen menggunakan radio, 2,14 persen menggunakan surat kabar mingguan, 1,50 persen menggunakan Telegram, 1,44 persen menggunakan TikTok, dan 0,69 persen menggunakan Line.

Responden memilih media arus utama, seperti surat kabar harian, surat kabar mingguan, tv, radio, dan media siber karena informasi terpercaya, kecepatan informasi, dan kemudahan akses.

Adapun alasan pemilihan media sosial adalah karena kecepatan informasi dan kemudahan akses informasi, meski informasi tersebut rendah tingkat kepercayaannya.

Survei juga mengungkapkan bahwa sebagian besar responden cukup percaya dan percaya pada media arus utama. Natalina mengatakan, penyajian data dan fakta menjadi faktor utama media arus utama dipercaya. Adapun alasan responden yang kurang percaya dengan media pers adalah karena faktor penyajian berita tidak akurat dan narasumber hanya satu pihak.

Faktor media sosial dipercaya karena dapat menjadi penyeimbang informasi dari instansi tertentu dan orisinalitas. Sementara faktor media sosial kurang dipercaya adalah maraknya hoaks, informasi yang tidak jelas sumbernya, dan untuk kepentingan tertentu.

Survei Dewan Pers dan Universitas Prof. Dr. Moestopo ini melibatkan 1.020 responden dengan usia 13 tahun ke atas. Pengumpulan data dilakukan dengan survei secara daring. Teknik penentuan sampel secara proposional, dengan margin of error 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.






Mengenal Fitur GodMode Twitter yang Bisa Meretas Akun Centang Biru

2 jam lalu

Mengenal Fitur GodMode Twitter yang Bisa Meretas Akun Centang Biru

Mengenal fitur GodMode atau Privileged Mode di Twitter yang bisa meretas akun untuk membuat tweet sampai menghapus komentar


Jokowi Minta Pers Tak Sekedar Bebas, Tapi Juga Bertanggung Jawab

22 jam lalu

Jokowi Minta Pers Tak Sekedar Bebas, Tapi Juga Bertanggung Jawab

Jokowi menggelar pertemuan dengan Dewan Pers di Istana Negara hari ini


Aplikasi Shopee Bermasalah Trending di Twitter, Juga di Thailand

1 hari lalu

Aplikasi Shopee Bermasalah Trending di Twitter, Juga di Thailand

Saat ini tengah ramai pengguna akun Shopee berkeluh kesah akibat tidak bisa masuk ke aplikasi.


Bocoran, Twitter Bakal Patok Harga Centang Emas 1.000 Dolar per Bulan

1 hari lalu

Bocoran, Twitter Bakal Patok Harga Centang Emas 1.000 Dolar per Bulan

Bocoran berdasarkan pesan internal di Twitter. Akan ada tambahan tarif lain untuk lencana yang lain lagi.


Dewan Pers Sesalkan Kekerasan terhadap Wartawan di Maluku dan Bengkulu

1 hari lalu

Dewan Pers Sesalkan Kekerasan terhadap Wartawan di Maluku dan Bengkulu

Dewan Pers meminta agar seluruh pihak menghargai kerja-kerja jurnalistik. Dewan Pers tidak bisa melakukan toleransi terhadap kekerasan tersebut.


Elon Musk: Twitter Akan Mulai Berbagi Pendapatan Iklan dengan Pelanggan Blue

1 hari lalu

Elon Musk: Twitter Akan Mulai Berbagi Pendapatan Iklan dengan Pelanggan Blue

Pelanggan Twitter Blue di beberapa wilayah sudah melihat iklan di linimasa mereka setengah dari jumlah pengguna lain.


Innisfree Tuntut Twitter Sebesar 1,9 Juta Dolar AS

2 hari lalu

Innisfree Tuntut Twitter Sebesar 1,9 Juta Dolar AS

Twitter diduga tidak membayar tagihan atas jasa yang telah mereka gunakan.


CekFakta #194 Waspada Main Hakim Akibat Hoaks Penculikan Anak

3 hari lalu

CekFakta #194 Waspada Main Hakim Akibat Hoaks Penculikan Anak

Bagaimana jika hoaks penculikan malah memicu kekerasan dan pembunuhan terhadap orang tidak bersalah?


20 Aplikasi Paling Kuras Baterai Ponsel versi Survei pCloud

5 hari lalu

20 Aplikasi Paling Kuras Baterai Ponsel versi Survei pCloud

Sejumlah aplikasi yang biasa digunakan di smartphone ternyata tergolong rakus menguras baterai. Bukan cuma aplikasi media sosial.


Polda Papua Barat Tangkap 5 Tersangka Lagi Pembakar Perempuan Difabel

5 hari lalu

Polda Papua Barat Tangkap 5 Tersangka Lagi Pembakar Perempuan Difabel

Polda Papua Barat membantah korban sebagai pelaku penculikan anak dan menyebut tuduhan tersebut hoaks.