Kepala BNPT: Ada Pihak Tertentu yang Galang Simpati atas Isu Taliban

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, didampingi oleh utusan perdamaian pemerintah lama, Abdullah Abdullah, bertemu dengan anggota delegasi Taliban dalam rilis yang diunggah 19 Agustus 2021. Komandan Taliban telah bertemu dengan Hamid Karzai, di tengah upaya Taliban untuk membentuk pemerintahan. Dr. Abdullah Abdullah melalui Facebook

    Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, didampingi oleh utusan perdamaian pemerintah lama, Abdullah Abdullah, bertemu dengan anggota delegasi Taliban dalam rilis yang diunggah 19 Agustus 2021. Komandan Taliban telah bertemu dengan Hamid Karzai, di tengah upaya Taliban untuk membentuk pemerintahan. Dr. Abdullah Abdullah melalui Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengimbau seluruh masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi pemberitaan konflik antara Afghanistan dengan kelompok Taliban. Boy mengatakan, bukan tidak mungkin ada kelompok yang berusaha menggalang simpatisan menggunakan isu tersebut.

    “Jangan sampai masyarakat salah bersimpati, karena berdasarkan pemantauan kami, ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menggalang simpatisan atas isu Taliban. Ini sedang kita cermati,” ujar Boy Rafli Amar dalam siaran persnya, Jumat, 20 Agustus 2021.

    Ia mengatakan hal itu kepada wartawan usai bersilaturahim ke Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Surakarta, Kamis kemarin. Silaturahim Kepala BNPT dan jajarannya tersebut dalam rangka membangun sinergi dengan berbagai instansi dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorisme.

    Dia menekankan kepada masyarakat agar bijak dan tetap sadar bahwa apa yang terjadi di Afghanistan merupakan persoalan dalam negeri Afghanistan itu sendiri. Masalah pergerakan yang terjadi di negara tersebut adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi di Indonesia.

    “Jangan sampai masyarakat terpengaruh masuk ke dalam aksi-aksi yang tidak perlu. Karena kita adalah negara yang memiliki ideologi dan konstitusi yang mewajibkan kita untuk bela negara sendiri, bukan bela negara lain,” ujar Boy Rafli Amar.

    Menyinggung kemungkinan pengaruh pergerakan Taliban dengan kelompok jaringan terorisme Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) di Indonesia, Kepala BNPT mengatakan Taliban tidak ada afiliasi dengan ISIS. Namun, demikian Taliban dalam pergerakannya terjebak dalam perbuatan kekerasan yang dalam terminologi hukum disebut sebagai perbuatan teror.

    “Selama berupaya meraih kekuasaan, Taliban melakukan kekerasan. Itu yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Taliban jangan dijadikan role model bagi anak muda karena bertentangan dengan falsafah dan ideologi kita, Pancasila,” ucap Boy.

    Terkait silaturahim kepada Wali Kota Solo, Boy mengatakan bahwa keduanya membahas program yang berkaitan dengan dukungan program vaksinasi mantan warga binaan BNPT dan penyintas terorisme serta program pencegahan berkaitan dengan masalah radikalisme dan intoleransi yang berkembang di masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.