Kemnaker: Forum LPTKS dan LPPRT Berperan Atasi Pengangguran

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi saat membuka Forum Komunikasi Pimpinan LPTKS dan LPPRT secara virtual, Kamis, 19 Agustus 2021.

    Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi saat membuka Forum Komunikasi Pimpinan LPTKS dan LPPRT secara virtual, Kamis, 19 Agustus 2021.

    INFO NASIONAL - Pengangguran merupakan salah satu permasalahan yang terus menjadi perhatian semua pihak. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya stakeholders ketenagakerjaan untuk fokus terhadap isu pengangguran.

    Permasalahan pengangguran perlu mendapatkan penanganan serius melalui berbagai kebijakan dan program pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta didukung pihak swasta, pekerja, hingga masyarakat.

    Upaya menanggulangi pengangguran menjadi sangat penting di tengah terpuruknya perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19. Upaya itu dilakukan agar tidak muncul masalah sosial baru di tengah masyarakat.

    Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi pun mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) dan Lembaga Penyalur Pekerja Rumah Tangga (LPPRT) untuk ikut serta mencari terobosan dalam mempercepat pengentasan pengangguran.

    "Mari kita terus mencari terobosan-terobosan, cara-cara untuk bagaimana kita bisa memberikan kesempatan atau membuka kesempatan bagi masuknya tenaga-tenaga kerja baru, paling tidak yang terdampak dari Covid-19 ini," ujar Anwar saat membuka Forum Komunikasi Pimpinan LPTKS dan LPPRT secara virtual, Kamis, 19 Agustus 2021.

    Anwar meyakini, keterlibatan kedua forum tersebut dapat berperan menanggulangi pengangguran. "Mudah-mudahan dalam forum yang hari ini kita laksanakan ada beberapa terobosan paling tidak hal-hal yang bisa kita laksanakan untuk mengatasi situasi yang sulit di masa pandemi ini," katanya.

    Dalam upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan, Kemnaker terus melakukan berbagai upaya melalui lima pilar, yaitu perbaikan layanan dan sistem informasi ketenagakerjaan, peningkatan keterampilan dan kapasitas pekerja, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta kewirausahaan, peningkatan infrastruktur termasuk berbasis komunitas, dan program darurat ketenagakerjaan. "Saya yakin, mudah-mudahan lima pilar ini akan memberi terobosan-terobosan guna keluar dari persoalan sulit ini," ujar Anwar.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.