Perkembangan Kasus Covid-19 Nasional Membaik, Kecuali di 9 Provinsi

Reporter

Editor

Amirullah

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tamansari dan Satgas Covid-19 RW 10 Tamansari, memeriksa warga positif Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di kawasan permukiman di Bandung, Rabu, 4 Agustus 2021. Warga positif Covid-19 tetap sulit untuk mengakses fasilitas perawatan di rumah sakit karena masih minimnya pasokan oksigen. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan perkembangan kasus di tingkat nasional telah menunjukkan perbaikan. Ia menyebut, kasus positif, kematian dan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR), menurun dalam kurun tiga hingga empat minggu terakhir. Sejalan dengan itu, kesembuhan juga meningkat.

Wiku memaparkan, perbaikan kasus positif terlihat pada 25 dari 34 provinsi atau 73 persen dari seluruh provinsi. Ada lima provinsi dengan penurunan kasus tertinggi yakni di Jawa Barat (-7.128), DKI Jakarta (-5.201), Jawa Timur (-4.407), Kalimantan Timur (-2.959) dan Nusa Tenggara Timur (-2.866).

Penurunan kasus ini juga diikuti dengan menurunnya angka positivity rate dari 23,57 persen (2-8 Agustus 2021) menjadi 21,48 persen (9-15 Agustus) atau turun sebesar 2,09 persen. "Ini adalah perkembangan yang sangat baik karena, artinya sebagian besar provinsi di Indonesia sudah mengalami perbaikan dan sudah dapat mengendalikan penularan," ujar Wiku.

Namun, dari 34 provinsi di Indonesia, ujar dia, ada sembilan provinsi harus mengejar perbaikan penanganan, karena kasus mingguan di minggu ini masih naik. Adapun provinsi-provinsi dimaksud ialah Jawa Tengah (2.952 kasus), Bali (1.094 kasus), Papua Barat (667 kasus), Kalimantan Tengah (553 kasus), Sulawesi Barat (295 kasus), Aceh (247 kasus), Nusa Tenggara Barat (208 kasus), Maluku (167 kasus) dan Jambi (41 kasus).

"Untuk itu, fokus penanganan pada sembilan provinsi ini harus diperkuat lagi. Karena sembilan provinsi ini menjadi penyumbang kenaikan kasus mingguan di tingkat nasional. Dan perlu ditelaah lebih terutama pada angka kematian, kesembuhan, kasus aktif, BOR dan persentase terbentuknya posko desa/kelurahan di wilayahnya," ujar Wiku lewat keterangan tertulis yang dikutip pada Jumat, 20 Agustus 2021.

Dan dari kesembilannya, lanjut Wiku, perhatian tertuju pada provinsi NTB, Sulawesi Barat dan Papua Barat. "Karena data menunjukkan keduanya mengalami kenaikan pada kasus positif dan kematian, diikuti menurunnya kesembuhan serta dampaknya terhadap angka BOR naik," tuturnya.

Data di NTB, kasus positif bertambah 208 kasus, kesembuhan mingguan menurun 348 kasus, kematian mingguan naik 13 kasus, dan kasus aktif naik 99 kasus (per 15 Agustus 2021) dibandingkan minggu sebelumnya. Dampak dari kenaikan ini, meningkatnya BOR dari 29,10 persen menjadi 30,17 persen atau peningkatannya sebesar 1,07 persen.

"Salah satu penyebab tidak langsung kenaikan kasus pada suatu provinsi disebabkan tidak maksimalnya kinerja posko. Dan di NTB tercermin dari jumlah pembentukan posko masih rendah, yaitu sebesar 13,37 persen posko terbentuk," kata Wiku.

Sementara di Sulawesi Barat, meskipun kesembuhan meningkat tapi tidak lebih tinggi dari peningkatan kasus positif mingguan yang naik 295 kasus, kesembuhan hanya naik 202 kasus. Angka kematian juga naik 11 kasus dari minggu lalu. Pada kasus aktif, meningkat 181 kasus (15 Agustus 2021) dibandingkan minggu sebelumnya. Kabar baiknya, BOR menurun dari 39,94 persen menjadi 36,55 persen atau turun 3,39 persen.

"Sayangnya pembentukan posko di provinsi ini masih sedikit, baru 26,92 persen desa/kelurahan di wilayahnya telah membentuk posko," lanjutnya.

Sama halnya dengan Papua Barat, ujar Wiku, pada kesembuhan meningkat 221 kasus dan tidak lebih besar dari penambahan kasus positif mingguan sebanyak 667 kasus. Angka kematian meningkat 9 kematian dibandingkan minggu sebelumnya. Meskipun kasus aktif dan BOR menurun, tetapi pembentukan posko rendah hanya 9,93 persen desa/kelurahan membentuk posko.

"Saya mohon gubernur 9 provinsi terutama NTB, Sulbar dan Papua Barat, agar segera memperbaiki penanganan. Jika kasus positif, kasus aktif dan BOR terus meningkat, segera konversi tempat tidur bagi pasien COVID-19. Dan bagi warga manfaatkan fasilitas tempat Isolasi terpusat," ujarnya.

Wiku mengingatkan, khusunya kepada provinsi non Jawa-Bali, untuk segera melakukan perbaikan mengingat pemerintah pusat rutin mengevaluasi PPKM tiap daerah. "Apabila tidak ada perbaikan, maka tidak menutup kemungkinan tidak akan terjadi pelonggaran PPKM pada daerah tersebut atau bahkan peningkatan pengetatan PPKM apabila diperlukan," ujarnya.






Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

11 jam lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

1 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

1 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

2 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

2 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

2 hari lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

2 hari lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar


Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

2 hari lalu

Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

Toyota Motor Corp mencatat total penjualan global sebanyak 10,5 juta unit sepanjang 2022, mengalahkan Volkswagen yang hanya menjual 8,9 juta unit.


Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

3 hari lalu

Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

WHO menilai risiko terbaru tentang Omicron XBB.1.5 atau Kraken sebagai subvarian yang sangat menular sehingga protokol kesehatan perlu dijaga.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

3 hari lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.