Apa Itu Restorative Justice dalam Penyelesaian Kasus Jokowi 404: Not Found?

Reporter

Editor

Nurhadi

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membuat mural di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa, 10 Agustus 2021. Mural tersebut dibuat untuk menyambut Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke-76 yang jatuh pada 17 Agustus mendatang serta memperindah kawasan tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Belum lama ini dunia maya dihebohkan dengan postingan seorang pria di akun Twitter @OmBrewoks3. Dalam postingannya, pria tersebut mengunggah sebuah gambar kaus yang memiliki sablon mirip seperti Presiden Joko Widodo dengan penutup mata merah bertuliskan “Jokowi 404: Not Found”.

Rupanya, sablon yang tertera pada kaus tersebut bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, gambar pada kaos tersebut telah viral terlebih dahulu sebagai sebuah mural atau lukisan dinding.

Kini, pria yang menawarkan kaos tersebut telah meminta maaf atas perbuatannya. Melalui sebuah video, ia menyampaikan sebuah permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Dilansir dari berbagai sumber, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Adhi Makayasa, menyatakan bahwa pria berinisial RS tersebut telah mengakui semua kesalahannya dan menghapus semua postingan di akun Twitternya.

Mekanisme penyelesaian masalah ini tentu cukup sering ditemui di berbagai kasus. Alih-alih diberi hukuman, pelaku pidana hanya meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Adapun mekanisme pengadilan semacam ini disebut sebagai restorative justice yang sering dilakukan di lingkungan peradilan umum. Lantas, apa sebenarnya prinsip restorative justice itu?

Pedoman Penerapan Restorative Justice di Lingkungan Peradilan Umum, yang tertera di laman badilum.mahkamahagung.go.id, menyatakan bahwa restorative justice adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban dan pihak lain yang terkait dengan perkara.

Alih-alih menyelesaikan masalah dengan cara memberikan balasan, mekanisme restorative justice bertujuan untuk mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula.

Guna mengembalikan keadaan seperti semula, prinsip restorative justice menggunakan mekanisme unik dalam penyelesaian masalah. Apabila prinsip hukum lain menekankan pada mekanisme pemberian pidana dan denda, prinsip restorative justice menggunakan mekanisme yang lebih moderat.

Beberapa mekanisme yang sering dipakai dalam pemecahan masalah berprinsip restorative justice, antara lain adalah dialog dan mediasi. Kedua mekanisme tersebut bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama sehingga keadaan dan pola hubungan baik yang sebelumnya terjalin dapat diperbaiki.

Meskipun tampak sebagai prinsip hukum yang damai, sebagaimana dilansir dari badilum.mahkamahagung.go.ig, Mahkamah Agung mengakui bahwa penerapan prinsip restorative justice di Indonesia masih belum maksimal.

Dalam beberapa kasus, perkara yang diselesaikan dengan mekanisme restorative justice mendapat kesan buruk dari masyarakat. Penggunaan prinsip tersebut sering dinilai sebagai ketidaktegasan aparat penegak hukum. Selain itu, beberapa orang juga berpendapat bahwa prinsip restorative justice justru tidak menyelesaikan masalah, tetapi malah menutup-nutupinya.

NAOMY A. NUGRAHENI

Baca juga: Polri Selesaikan Seribu Kasus Lebih Melalui Pendekatan Restorative Justice






Pengamat Prediksi Isu Reshuffle dan Anies Jadi Topik Pertemuan Jokowi - Surya Paloh

1 jam lalu

Pengamat Prediksi Isu Reshuffle dan Anies Jadi Topik Pertemuan Jokowi - Surya Paloh

Adi Prayitno, menyebut isu reshuffle dan pencapresan Anies Baswedan diduga jadi pembahasan antara Surya Paloh dengan Presiden Jokowi.


Kaesang Bakal Susul Gibran Masuk Politik, Pengamat Singgung Dinasti Politik hingga Aji Mumpung

1 jam lalu

Kaesang Bakal Susul Gibran Masuk Politik, Pengamat Singgung Dinasti Politik hingga Aji Mumpung

Ubedilah Badrun menyebut masuknya Gibran Rakabuming ke politik merupakan bagian dari praktik dinasti politik yang bersembunyi di balik politik elektoral.


Holland Bakery Jadi Trending Topic di Twitter karena Diserbu Warga yang Berburu Diskon 45 Persen

3 jam lalu

Holland Bakery Jadi Trending Topic di Twitter karena Diserbu Warga yang Berburu Diskon 45 Persen

Holland Bakery diserbu warga karena memberikan promo 45 persen untuk semua item pada hari ulang tahunnya yang ke-45 hari ini.


Kaesang Ingin Masuk Politik, Gibran Sebut Jokowi Masih Tidak Percaya atas Keputusan Itu

5 jam lalu

Kaesang Ingin Masuk Politik, Gibran Sebut Jokowi Masih Tidak Percaya atas Keputusan Itu

Gibran menyebut ayahnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak percaya dengan keputusan Kaesang untuk terjun ke dunia politik


Dukung Jokowi 3 Periode Lalu Tuntut 9 tahun Jabatan Kades, Ini Profil Surta Wijaya Ketua Umum DPP Apdesi

6 jam lalu

Dukung Jokowi 3 Periode Lalu Tuntut 9 tahun Jabatan Kades, Ini Profil Surta Wijaya Ketua Umum DPP Apdesi

Surta Wijaya Ketua DPP Apdesi yang juga Kepala Desa Babakan Asem, Teluk Naga, Tangerang periode 2019-2025. Ini kontroversinya dukung Jokowi 3 periode.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

7 jam lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


4 Fakta Pertemuan Surya Paloh dan Presiden Jokowi di Istana

15 jam lalu

4 Fakta Pertemuan Surya Paloh dan Presiden Jokowi di Istana

Pertemuan Surya Paloh dan Jokowi berlangsung saat isu reshuffle kabinet santer beredar.


Heru Budi Ingin Sekda DKI yang Paham Soal Anggaran

17 jam lalu

Heru Budi Ingin Sekda DKI yang Paham Soal Anggaran

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku tak memiliki kriteria khusus untuk calon Sekda DKI. Dia hanya ingin Sekda yang memahami anggaran.


Proyek Sodetan Ciliwung Jalan Lagi, Terima Kasih Heru Budi untuk Trisakti dan Warga

18 jam lalu

Proyek Sodetan Ciliwung Jalan Lagi, Terima Kasih Heru Budi untuk Trisakti dan Warga

Heru Budi berterima kasih ke warga yang berkenan pindah ke rusun sehingga proyek sodetan ciliwung bisa dilanjutkan


Ketua DPP NasDem Ungkap Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh: Melepas Rindu, Singgung Pemilu

19 jam lalu

Ketua DPP NasDem Ungkap Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh: Melepas Rindu, Singgung Pemilu

Sugeng Suparwoto pertegas kalau pertemuan antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh merupakan kunjungan melepaskan rindu.