Mensos Risma Matangkan Skema Bantuan Anak Yatim Korban Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Tri Rismaharini akan memperkuat layanan dapur umum dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan melibatkan pilar-pilar sosial, salah satunya Karang Taruna. Hingga saat ini, pengelolaan dapur umum masih membutuhkan banyak tenaga untuk memproduksi ribuan makanan siap saji.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini akan memperkuat layanan dapur umum dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan melibatkan pilar-pilar sosial, salah satunya Karang Taruna. Hingga saat ini, pengelolaan dapur umum masih membutuhkan banyak tenaga untuk memproduksi ribuan makanan siap saji.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma menyatakan sedang mematangkan mekanisme bantuan untuk anak korban Covid-19. Menurut dia, negara perlu mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak tersebut, termasuk anak yatim.

    "Saya sudah berbicara dengan ibu Menkeu agar bisa didukung dari anggaran. Bantuan untuk anak-anak tersebut menjadi kewajiban negara. Sebagaimana amanat konstitusi pada Pasal 34 UUD 1945, bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara," kata Risma dalam keterangannya, Kamis 19 Agustus 2021.

    Dalam proses menyiapkan bantuan untuk anak korban Covid-19, Kemensos melibatkan Kementerian Keuangan dan Bappenas. "Sekarang ini sedang dimatangkan. Tidak mudah (menyusun skema bantuan), karena Indonesia ini luas dan karakteristik daerahnya macam-macam. Kalau aku kemarin di Surabaya enggak begitu luas, jadi mudah," kata dia.

    Bantuan sosial dari negara harus tetap memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas, misalnya dengan merujuk pada data kependudukan. Untuk anak yang identitas kependudukannya tercatat dengan baik di kartu keluarga, lebih mudah diproses secara administratif. Namun, bagi yang tidak tercatat membutuhkan prosedur lebih lanjut.

    Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 per 20 Juli 2021, ada 11.045 anak menjadi yatim piatu, anak yatim atau piatu. Selain itu, Satgas Penanganan COVID-19 juga mencatat terdapat 350.000 anak yang terpapar COVID-19. 777 diantaranya meninggal dunia.

    Baca: Kasus Covid-19 di Jawa Barat Turun, Ridwan Kamil: Pelan-pelan Ekonomi Dibuka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.