Politikus Gerindra Sebut Masih Kaji Perlu Tidaknya Amandemen UUD 1945

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan keterangan usai pengambilan sampel darah untuk penyuntikan vaksin nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 14 April 2021. Vaksin Nusantara ini dikembangkan menggunakan metode berbasis sel dendritik autolog yang diklaim menjadi yang pertama di dunia untuk Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan gagasan amandemen UUD 1945 yang disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo dalam Sidang Tahunan Senin, 16 Agustus lalu, masih bersifat wacana. Dasco pun berpendapat perlu kajian mendalam terlebih dulu sebelum memutuskan perlu tidaknya amandemen konstitusi.

"Saya pikir segala sesuatu mesti dikaji mendalam untuk kemudian kami putuskan sama-sama apakah mesti diamandemen, atau tidak diamandemen, atau kalau diamandemen apa saja dan sampai sejauh mana," kata Dasco dalam keterangan video, Kamis, 19 Agustus 2021.

Belakangan ini, Ketua MPR Bambang Soesatyo gencar berbicara ihwal amandemen UUD 1945 di pelbagai forum. Bamsoet, sapaan Bambang, mengatakan amandemen diperlukan untuk mengembalikan kewenangan MPR menetapkan pokok-pokok haluan negara (PPHN).

Menurut Bamsoet, PPHN diperlukan untuk memberikan arah pembangunan Indonesia ke depan agar tak terus berubah seiring pergantian kepemimpinan. Ia juga mengklaim dorongan untuk adanya PPHN ini berasal dari masyarakat.

Dasco belum merinci sikap partainya ihwal gagasan perubahan UUD 1945 untuk menetapkan pokok-pokok haluan negara itu. Menurut dia, Gerindra saat ini masih melakukan kajian di internal partai ihwal perlu tidaknya amandemen konstitusi.

"Sampai sejauh ini kami di internal Gerindra kami masih kaji, sehingga saja belum bisa mengatasnamakan Gerindra mengatakan itu perlu atau tidak," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan hal senada. Muzani mengatakan keberadaan PPHN untuk keberlanjutan pembangunan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya adalah maksud yang baik.

Namun, ia mengakui adanya banyak masyarakat yang khawatir perubahan UUD 1945 akan merembet ke persoalan selain PPHN. "Karena itu Fraksi Gerindra terus melakukan kajian, pendalaman atas semua itu," kata Muzani kepada wartawan pada Rabu kemarin, 18 Agustus 2021.

BUDIARTI UTAMI PUTRI

Baca: Soal Amandemen, Ketua MPR Bilang Konstitusi Bukan Kitab Suci






Muzani Bilang HUT ke-15 Gerindra Digelar Sederhana, Tak Undang Jokowi

9 jam lalu

Muzani Bilang HUT ke-15 Gerindra Digelar Sederhana, Tak Undang Jokowi

Muzani menegaskan, terbatasnya ruang aula kantor pusat Gerindra itu tak memungkinkan untuk mengundang banyak tamu.


Proses Penentuan Capres Cawapres Koalisi Gerindra dan PKB Terus Berjalan

10 jam lalu

Proses Penentuan Capres Cawapres Koalisi Gerindra dan PKB Terus Berjalan

Jazilul menyebut PKB dan Gerindra sudah satu suara memenangkan Pilpres 2024.


Club Ferrari Indonesia Diminta Dorong Sport Automotive Tourism, Apa Itu?

11 jam lalu

Club Ferrari Indonesia Diminta Dorong Sport Automotive Tourism, Apa Itu?

Menurut Bamsoet, sembari touring anggota klub Ferrari bisa mendokumentasikan keindahan alam dan pariwisata lalu mempromosikannya di media sosial.


Gerindra Rayakan HUT ke-15 Besok, Politikus PKB Belum Tahu Diundang atau Tidak

12 jam lalu

Gerindra Rayakan HUT ke-15 Besok, Politikus PKB Belum Tahu Diundang atau Tidak

Partai Gerindra bakal merayakan hari jadinya ke-15 tahun di Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan.


PPP soal Bergabungnya Sandiaga: Doakan Saja

13 jam lalu

PPP soal Bergabungnya Sandiaga: Doakan Saja

Sandiga juga meminta agar tidak ada lagi pertanyaan yang menyebut dirinya bakal pindah ke PPP.


Sekber Gerindra dan PKB Bakal Dibentuk hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

13 jam lalu

Sekber Gerindra dan PKB Bakal Dibentuk hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Muzani membantah saat ini Gerindra - PKB juga sedang tahap menjajaki kemungkinan memperbesar koalisi dengan Partai Nasdem.


Upaya Usung Jokowi 3 Periode yang Belum Redup

23 jam lalu

Upaya Usung Jokowi 3 Periode yang Belum Redup

Masih ada suara yang menginginkan perpanjangan masa jabatan presiden atau Jokowi 3 periode. Isu ini belum benar-benar redup.


Kader Gerindra Depok Diminta Ramaikan HUT-15 Partai dan Jangan Gontok-gontokan

1 hari lalu

Kader Gerindra Depok Diminta Ramaikan HUT-15 Partai dan Jangan Gontok-gontokan

Puncak perayaan HUT ke-15 Partai Gerindra di Kota Depok diselenggarakan di Sawangan pada Sabtu pekan depan


Soal Capres dan Cawapres KIR, PKB: Diumumkan Sebelum Ramadan

1 hari lalu

Soal Capres dan Cawapres KIR, PKB: Diumumkan Sebelum Ramadan

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebutkan capres dan cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Raya (KIR) rencananya akan diumumkan sebelum Ramadan.


PDIP Tetap Usulkan Sistem Proporsional Tertutup, Hasto: Berpolitik Kadang Melawan Arus

2 hari lalu

PDIP Tetap Usulkan Sistem Proporsional Tertutup, Hasto: Berpolitik Kadang Melawan Arus

PDIP menilai sistem proporsional terbuka menyebabkan anggota dewan dipilih hanya karena popularisme dan nepotisme.