Megawati Ingin Pengkritik Jokowi Datang dan Ngomong Langsung ke Presiden

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan sejumlah pelaku usaha saat penyerahan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 30 Juli 2021. Presiden Joko Widodo menyerahkan BPUM sebesar  Rp15,3 triliun kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia yang belum pernah menerima sebelumnya. ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres-Lukas/Handout

    Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan sejumlah pelaku usaha saat penyerahan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 30 Juli 2021. Presiden Joko Widodo menyerahkan BPUM sebesar Rp15,3 triliun kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia yang belum pernah menerima sebelumnya. ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres-Lukas/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ingin para pengkritik Presiden Joko Widodo datang langsung. "Datang langsung ke Pak Jokowi, beberkan apa yang dinilai gagal dari pemerintah," kata Mega lewat keterangan tertulis pada Rabu, 18 Agustus 2021. 

    Mega mengaku sedih dengan banyaknya kritik terhadap Presiden Jokowi yang disampaikan secara tak beretika. Menurut Mega, Jokowi sudah sampai kurus memikirkan rakyat Indonesia.

    "Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis lho, beliau itu sangat kurus. Kurus kenapa, mikir kita, mikir rakyat," kata Mega. Ia mengatakan kritik harus disampaikan secara konstruktif dan solutif.

    Hal ini disampaikan Megawati dalam sambutannya di acara peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan Pura Besakih, Bali, secara virtual. Dalam acara itu hadir antara lain Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

    Megawati awalnya menyinggung usia Indonesia yang kemarin merayakan peringatan 76 tahun kemerdekaan. Menurut Megawati, usia Indonesia masih muda dibandingkan sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Rusia, atau Cina.

    Dia pun meminta semua pihak membangun Indonesia dengan spirit "bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya", seperti yang tertuang dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya. "Tidak sembarangan lo bikin Indonesia Raya itu. Luar biasa," kata Megawati.

    Megawati menilai adanya pihak yang menyebut Jokowi sebagai kodok. Menurut dia, orang tersebut tidak mempunyai moral dan pengecut. "Masak masih ada yang mengatakan Jokowi kodok lah. Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut, saya bilang," ujarnya.

    Baca juga: Megawati Sebut Sering Nangis Karena Melihat Jokowi Kurus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.