Megawati: Coba Lihat Pak Jokowi, Saya Nangis, Beliau Kurus karena Mikiri Rakyat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenakan pakaian adat suku Baduy saat menghadiri sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021. Jokowi mengungkap alasannya memilih baju adat tersebut karena desainnya yang sederhana. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenakan pakaian adat suku Baduy saat menghadiri sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021. Jokowi mengungkap alasannya memilih baju adat tersebut karena desainnya yang sederhana. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku sedih karena Presiden Joko Widodo kerap dihujani kritik. 

    "Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis lho, beliau itu sangat kurus. Kurus kenapa, mikir kita, mikir rakyat," kata Mega dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 18 Agustus 2021.

    Hal ini disampaikan Megawati dalam sambutannya di acara peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan Pura Besakih, Bali, secara virtual. Dalam acara itu hadir Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

    Mega awalnya menyinggung usia Indonesia yang sudah menginjak 76 tahun. Menurut dia, usia Indonesia masih muda dibandingkan sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Rusia, atau Cina.

    Dia pun meminta semua pihak membangun Indonesia dengan spirit "bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya", seperti yang tertuang dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya. "Tidak sembarangan lo bikin Indonesia Raya itu. Luar biasa," kata Megawati.

    Kemudian, Mega meminta Jokowi tegar menghadapi pandemi Covid-19. Presiden kelima ini berujar, PDI Perjuangan berada di belakang Presiden Jokowi.

    Ia menyebut pagebluk ini adalah cobaan yang bukan cuma terjadi di Indonesia, tapi seluruh dunia, bahkan negara-negara adikuasa seperti Amerika Serikat. "Saya sangat sedih kalau banyak orang yang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi, Pak Jokowi gagal, pemerintah kita gagal," ujar Megawati.

    Mega menuturkan tak takut dirundung. Dia meminta pihak yang merundungnya datang ke hadapannya secara langsung. "Jantan kamu. Kita mesti berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," katanya.

    Menurut Megawati, kritik harus disampaikan secara konstruktif dan solutif. Dia mengaku ingin orang yang mengkritik datang baik-baik bertemu Jokowi untuk membeberkan apa yang dinilai gagal dari pemerintah.

    Baca juga: Megawati Mengaku Sedih Jokowi Kerap Dikritik Tak Beretika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.