Marak Kampus Bungkam Mahasiswa, Nadiem Diminta Turun Tangan Ingatkan Rektorat

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim meresmikan lanjutan bantuan kuota data internet dan bantuan uang kuliah tunggal tahun 2021, Rabu, 4 Agustus 2021. Kredit: Tangkapan Layar

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, Giofedi Rauf, meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk bertanggung jawab atas maraknya pembungkaman organisasi mahasiswa oleh kampus.  

"Ini harus ditangani secara serius oleh Menteri Nadiem, apabila ini dibiarkan akan menjadi kecacatan sejarah dunia pendidikan pascareformasi," ujar Giofedi dalam keterangannya, Kamis, 19 Agustus 2021. 

Pembungkaman kritik mahasiswa terhadap pemerintah, misalnya, terjadi pada BEM UI beberapa waktu lalu. Setelah menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai King of Lip Service, rektorat segera memanggil seluruh pengurus BEM UI dan meminta menghapus unggahan berisi kritik tersebut di media sosial mereka. 

Kemudian, beberapa hari yang lalu pengurus BEM FH Universitas Bengkulu dibekukan oleh dekanat FH Universitas Bengkulu melalui SK NO. 3098/UN30.8/HK/2021. Pembekuan ini ditengarai setelah sebelumnya BEM FH Universitas Bengkulu menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pihak dekanat. 

Geofedi mengatakan pembungkaman kritik mahasiswa oleh pihak kampus menjadi tanda alarm peringatan kebebasan berpendapat di kampus telah berbunyi. Kabar miris ini, kata dia, menjadi peringatan bahwa kebebasan berpendapat yang merupakan hadiah istimewa reformasi kini posisinya telah di ujung tanduk.  "Lebih mirisnya hal ini terjadi jelang HUT ke-76 RI," ujar Geofedi.

Ia pun meminta Nadiem bertanggung jawab atas hal ini dan mencopot pimpinan kampus yang membungkam suara mahasiswa itu. Jika tidak mampu, Geofedi meminta Presiden Joko Widodo mengganti Nadiem dengan sosok lain yang dinilai lebih mampu. "Menjadi Menteri Pendidikan harus lah orang yang memiliki kecakapan sosial, masalah pendidikan tidak hanya sekadar tinggal di Jakarta," kata dia. 

Baca juga: Tanggapi Poster BEM UI, Jokowi: Kritik Boleh Universitas Jangan Halangi






Sempat Dicibir di Medsos, Ini Cerita Devina dan Kesya Terjun ke Dance Sport

12 jam lalu

Sempat Dicibir di Medsos, Ini Cerita Devina dan Kesya Terjun ke Dance Sport

Simak kisah siswa SMP 1 Ciawi terjun ke dance sport hingg raih medali emas.


Skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jeblok, Apa Saja Indikator IPK Ini?

2 hari lalu

Skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jeblok, Apa Saja Indikator IPK Ini?

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia terus menurun menjadi 34 dari tahun 2021 di angka 38. Ini tiga indikator utama yang menyebabkan penurunan skor IPK.


Puluhan Mahasiswa Unesa Magang Setahun di Bandara Internasional Tokyo

3 hari lalu

Puluhan Mahasiswa Unesa Magang Setahun di Bandara Internasional Tokyo

Sebanyak 29 mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Jepang, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti program magang di Bandara Internasional Tokyo


Dekan Fakultas Keolahragaan UNS Disomasi MWA, Ratusan Mahasiswa Gelar Demo

4 hari lalu

Dekan Fakultas Keolahragaan UNS Disomasi MWA, Ratusan Mahasiswa Gelar Demo

Mengapa mahasiswa UNS protes somasi MWA terhadap dekan?


Aplikasi Penipuan Berkedok Undangan Pernikahan di WA, Polisi Tangkap Mahasiswa

4 hari lalu

Aplikasi Penipuan Berkedok Undangan Pernikahan di WA, Polisi Tangkap Mahasiswa

Seorang mahasiswa di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menjadi tersangka pembuat satu di antara file aplikasi yang sedang meresahkan di medsos.


Tak Lolos KIP Kuliah, Ratusan Mahasiswa Unand Terancam Berhenti Kuliah

4 hari lalu

Tak Lolos KIP Kuliah, Ratusan Mahasiswa Unand Terancam Berhenti Kuliah

Sekitar 500 mahasiswa jalur mandiri Universitas Andalas (Unand) dikabarkan tidak lolos Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).


Dituduh Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Apa Bedanya Audi A6 dan A8?

7 hari lalu

Dituduh Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Apa Bedanya Audi A6 dan A8?

Audi A6 dan A8 memang memiliki desain yang cukup mirip. Lalu apa bedanya mobil mewah tersebut, yang diduga menabrak mahasiswa Cianjur?


Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

7 hari lalu

Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung mengembangkan aplikasi digital Sistem Logistik Pengelolaan Sampah Anorganik bernama 'Teman Ubah'.


Siapa yang Boleh Gunakan Tenaga Kerja Asing di Indonesia?

8 hari lalu

Siapa yang Boleh Gunakan Tenaga Kerja Asing di Indonesia?

Berikut beberapa prosedur dan syarat tenaga kerja asing atau TKA bisa bekerja di Indonesia.


Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

10 hari lalu

Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang dicanangkan Kemdikbud. Siapakah yang mengajar dan untuk siapa?