Megawati Mengaku Sedih Jokowi Kerap Terima Kritik Tak Beretika

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan disaksikan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi memberikan sambutan disaksikan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoputri saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku sedih dengan banyaknya kritik terhadap Presiden Joko Widodo yang disampaikan secara tak beretika. Menurut Megawati, Jokowi sudah sampai kurus memikirkan rakyat Indonesia.

    "Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis lho, beliau itu sangat kurus. Kurus kenapa, mikir kita, mikir rakyat," kata Megawati dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 18 Agustus 2021.

    Megawati menilai adanya pihak yang menyebut Jokowi sebagai kodok. Menurut dia, orang tersebut tidak mempunyai moral dan pengecut.

    "Masak masih ada yang mengatakan Jokowi kodok lah. Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut, saya bilang," ujarnya.

    Megawati mengatakan ia sendiri tak takut dirundung atau di-bully. Dia meminta pihak yang merundungnya datang ke hadapannya secara langsung.

    "Jantan kamu. Kita mesti berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," kata Megawati.

    Menurut Megawati, kritik harus disampaikan secara konstruktif dan solutif. Dia mengaku ingin orang yang mengkritik datang baik-baik bertemu Jokowi untuk membeberkan apa yang dinilai gagal dari pemerintah.

    Megawati juga meminta Jokowi tegar menghadapi pandemi Covid-19. Presiden kelima ini berujar, PDIP berada di belakang Presiden Jokowi.

    Ia menyebut pagebluk ini adalah cobaan yang bukan cuma terjadi di Indonesia, tapi seluruh dunia, bahkan negara-negara adikuasa seperti Amerika Serikat.

    "Saya sangat sedih kalau banyak orang yang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi, Pak Jokowi gagal, pemerintah kita gagal," ujar Megawati.

    Hal ini disampaikan Megawati dalam sambutannya di acara peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan Pura Besakih, Bali, secara virtual. Dalam acara itu hadir antara lain Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

    Megawati awalnya menyinggung usia Indonesia yang kemarin merayakan peringatan 76 tahun kemerdekaan. Menurut Megawati, usia Indonesia masih muda dibandingkan sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Rusia, atau Cina.

    Dia pun meminta semua pihak membangun Indonesia dengan spirit "bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya", seperti yang tertuang dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya. "Tidak sembarangan lo bikin Indonesia Raya itu. Luar biasa," kata Megawati.

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan yang sama menyatakan bahwa kebijakan partainya terhadap pemerintahan Jokowi sudah sangat jelas. Menurut Hasto, partai banteng memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintahan Jokowi. "Terlebih dalam situasi yang sulit seperti ini. Dukungan partai semakin kokoh," kata Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.