Sultan Syarif Kasim II, Murid Snouck Hurgronje yang Menjadi Loyalis Republik

Reporter

Petugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan membersihkan teks proklamasu di monumen Tugu Proklamasi di Jalan Proklamasi, Jakarta, 8 September 2015. Kegiatan yang merupakan bagian dari konservasi tersebut dilakukan setiap Lima sampai 10 tahun sekali. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Sultan Syarif Kasim II mungkin tak seterkenal Soekarno yang berjuang melalui jalur politik, atau Soedirman yang berjuang menjadi gerilyawan. Namun bagi masyarakat Riau, raja terakhir Kesultanan Siak Sri Indrapura ini amat berjasa bagi Republik Indonesia.

Ketika kemerdekaan Indonesia masih seumur, di mana kondisi politik serta ekonomi belum stabil, Sultan Syarif Kasim II memutuskan pergi ke Jawa menemui Bung Karno dan menyumbang harta kekayaannya sebanyak 13 juta gulden.

Bantuan yang diberikan Sultan Syarif Kasim II kepada Pemerintah RI tersebut disertai dengan penyerahan mahkota kesultanan sebagai tanda Kesultanan Siak Sri Indrapura merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bantuan tersebut dinilai sangat membantu napas perekonomian Indonesia yang saat itu masih labil. Sehingga pemerintah menobatkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keppres No. 109/TK/1998, pada 6 November 1998 untuk Sultan Syarif Kasim II.

Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau juga dikenal dengan nama Sultan Syarif Kasim II lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, pada 1 Desember 1893 dengan nama lahir Tengku Sulung Sayed Kasim. Pewaris takhta Kerajaan Siak Sri Indrapura ke-12 ini dinobatkan sebagai Sultan ketika masih berumur 21 tahun, menggantikan ayahnya, Sultan Syarif Hasyim.

Hingga usai 12 tahun, Sayed Kasim dididik di lingkungan Istana hingga akhirnya pada 1904, ia diberangkatkan ke Batavia, kini Jakarta, untuk melanjutkan pendidikan. Di Batavia, Sayed Kasim belajar tentang hukum Islam dengan berguru kepada ulama besar yang sekaligus anggota pergerakan nasional Sayed Husein Al-Habsyi.

Selain belajar mengenai hukum Islam Sayed Kasim juga menuntut ilmu hukum dan ketatanegaraan dari Prof. Snouck Hurgronje dari Institute Beck en Volten. Menempuh pendidikan di Batavia selama 11 tahun dari 1904 hingga 1915, telah mempengaruhi Sayed Kasim semangat kesatuan, semangat kemerdekaan dan semangat untuk menentang penjajah.

Baru empat tahun merantau, Sayed Kasim mendapat kabar duka. Ayah meninggalkan dan untuk sementara kekosongan kekuasaan diwakili oleh Tengku Besar Sayed Syagaf dan Datuk Lima Puluh selama 7 tahun. Sekembalinya dari Batavia, Sayed Kasim diangkat menjadi Sultan Kerajaan Sultan Siak Indrapura dengan gelar Sultan Asysyaidis Syarif Kasim Abdul Djalil Syaifuddin.

Naiknya Sultan Syarif Kasim II menjadi Sultan Kerajaan Siak, menimbulkan kekhawatiran pihak Hindia Belanda karena pewaris kerajaan merupakan orang yang berpendidikan dan progresif. Kendati pihak Hindia Belanda kurang senang dengan pengangkatan tersebut, Datuk Empat Suku yang merupakan Dewan Kerajaan tetap menghendaki Sayed Kasim menjadi sultan sesuai adat.

Kekhawatiran kolonial Hindia terbukti, selama pemerintahannya Sultan Syarif Kasim II menentang Hindia Belanda dan membangun kekuatan militer dari barisan kehormatan pemuda-pemuda. Selain membangun kekuatan militer, ia juga membina mental dan pendidikan rakyat dengan mendirikan sekolah.

Setelah Belanda hengkang dan Jepang datang, perjuangan Sultan Syarif Kasim melawan kolonialisme tak pernah surut. Kekalahan Jepang pada sekutu dan menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945 dan diikuti dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dirayakan oleh Sultan Syarif Kasim dengan mengibarkan bendera merah-putih yang dijahit oleh istrinya.

Sultan Syarif Kasim meninggal dunia di usai 74 tahun pada 23 April 1968 di Rumbai, Pekanbaru, dan dimakamkan di dekat lokasi Kerajaan Siak. Namanya kini digunakan sebagai nama bandara internasional di Kota Pekanbaru, yakni Bandara Sultan Syarif Kasim II, serta nama salah satu universitas terfavorit di Riau, yakni Universitas Islam Negeri atau UIN Sultan Syarif Kasim.

HENDRIK KHOIRUL MUHID

Baca juga: Lewat Sukarno, Sultan Syarif Kasim II Serahkan 13 Juta Gulden untuk Republik






Anies Baswedan Besok Sambangi Pekanbaru, Kapolresta Kerahkan 1.140 Personel Gabungan

5 hari lalu

Anies Baswedan Besok Sambangi Pekanbaru, Kapolresta Kerahkan 1.140 Personel Gabungan

Anies Baswedan akan safari politik ke Pekanbaru Ahad, 4 Desember 2022. Untuk pengamanan, Kapolresta Pekanbaru kerahkan 1.140 personel gabungan.


Serba-serbi Balap Sepeda Tour de Siak 2022, Rute Diperluas sampai Pekanbaru

5 hari lalu

Serba-serbi Balap Sepeda Tour de Siak 2022, Rute Diperluas sampai Pekanbaru

Balap sepeda Tour de Siak (TdSi) ke-8 pada 2022 ini diikuti 13 tim yang terdiri dari 8 tim dalam negeri dan 5 tim luar negeri antara lain Malaysia.


Selain Aceh, NasDem Sebut Riau juga Cabut Izin Penggunaan Tempat untuk Safari Anies Baswedan

7 hari lalu

Selain Aceh, NasDem Sebut Riau juga Cabut Izin Penggunaan Tempat untuk Safari Anies Baswedan

Setelah izin lokasi tempat safari politik Anies Baswedan dicabut, NasDem juga mendapat informasi soal hal yang sama terjadi di Pekanbaru, Riau.


Komisi III DPR RI Soroti Konflik Pertanahan di Riau, Mulfachri: Telah Berlangsung Menahun

20 hari lalu

Komisi III DPR RI Soroti Konflik Pertanahan di Riau, Mulfachri: Telah Berlangsung Menahun

Anggota Komisi III DPR RI F-PAN Mulfachri Harahap menyatakan Riau menjadi salah satu provinsi dengan angka konflik pertanahan terbanyak di Indonesia.


Gubernur Syamsuar Buka Pekan Olahraga Provinsi Riau, Persiapan PON 2024

25 hari lalu

Gubernur Syamsuar Buka Pekan Olahraga Provinsi Riau, Persiapan PON 2024

POR Prov Riau berlangsung 12-22 November 2022 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.


Mayat Terbungkus Kain di Pelalawan, Bermotif Sakit Hati Uang Penjualan Sepeda Curian Dibelikan Sabu

29 hari lalu

Mayat Terbungkus Kain di Pelalawan, Bermotif Sakit Hati Uang Penjualan Sepeda Curian Dibelikan Sabu

Mayat terikat dan terbungkus kain di sebuah parit di Pelalawan, Riau. Polres Pelalawan bekuk 5 pelaku yang terlibat dalam pembunuhan ini.


Guntur Bersyukur Presiden Jokowi Bersihkan Nama Soekarno dari G30S

31 hari lalu

Guntur Bersyukur Presiden Jokowi Bersihkan Nama Soekarno dari G30S

Menurut Guntur, dengan adanya pernyataan Jokowi maka proses de-Soekarnoisasi atau upaya melemahkan pengaruh Soekarno ke rakyat dapat diredam


Google Doodle Rayakan Pahlawan Nasional Raja Ali Haji dan Warisannya Hari Ini

33 hari lalu

Google Doodle Rayakan Pahlawan Nasional Raja Ali Haji dan Warisannya Hari Ini

Google Doodle mencatat penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk haji pertama dari Riau ini pada hari ini, 18 tahun lalu.


Cerita Danlanud Drifting di Pangkalan AU Roesmin Nurjadin

39 hari lalu

Cerita Danlanud Drifting di Pangkalan AU Roesmin Nurjadin

Open Base Lanud Roesmin Nurjadin dan Pesta Rakyat menampilkan static show, dynamic show, berbagai perlombaan, dan olahraga otomotif drifting mobil.


Hubungkan 2 pulau, Jembatan Bengkalis - Pulau Tanjung Padang Senilai Rp 7,4 Miliar

51 hari lalu

Hubungkan 2 pulau, Jembatan Bengkalis - Pulau Tanjung Padang Senilai Rp 7,4 Miliar

Gubernur Riau Syamsuar meninjau lokasi pembangunan Jembatan Bengkalis - Pulau Tanjung Padang di Kepulauan Meranti, senilai Rp 7,4 M, 14 Oktober 2022.