Vaksin Merah Putih Disiapkan untuk Hadapi Berbagai Varian Covid-19 di Indonesia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Vaksin Merah Putih yang tengah dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) saat ini sudah masuk ke dalam uji praklinik tahap dua. Pengembangan vaksin ini juga ikut memperhatikan perkembangan berbagai varian Covid-19 yang ada di Indonesia.

    "Yang akhir-akhir ini varian Delta mendominasi, tapi kita juga memonitor calon vaksin kita apakah mengenali antibodinya terhadap varian ini," kata Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Unair, Fedik Abdul Rantam, dalam konferensi pers daring, Rabu, 18 Agustus 2021.

    Fedik mengatakan saat ini banyak bentuk mutasi Covid-19 yang ada di Indonesia. Tak hanya Delta, namun juga ada Epsilon hingga Beta. Seluruh mutasi ini terus dipantau perkembangannya di Indonesia. Untuk saat ini, Fedik mengatakan tim peneliti dari Unair sudah memiliki tujuh sampel isolat varian baru. Dari hasil whole genome sequencing, diketahui bahwa isolat itu adalah varian Delta.

    "Sampai saat ini kami punya varian Delta itu kita punya 7 isolat, dan itu kami siapkan untuk uji tantang," kata Fedik.

    Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Unair ini merupakan salah satu dari enam kandidat yang ada dalam Program Vaksin Merah Putih milik pemerintah. Vaksin itu dinilai yang paling maju progres pengembangannya.

    Unair menggunakan basis platform teknologi inactivated virus sebagai dasar vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan. Uji praklinik tahap pertama pada hewan transgenik sudah diselesaikan. Saat ini, uji tahap kedua pada hewan Makaka tengah berlangsung. Dari hasil tes kepada isolat varian Delta, Fedik mengatakan hasil sementara ini cukup meyakninkan.

    "Melalui uji yang dikenal dengan western blotting dan ELISA ((Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay), di sini menunjukan kemampuan netralisasi masih baik," kata Fedik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.